Pelaku Curanmor Gedangan Ditembak karena Melawan

  • 2018-06-08 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2408
Pelaku Curanmor Gedangan Ditembak karena Melawan Tersangka Muklis dipapah petugas setelah mendapat perawatan medis pasca-ditembak kakinya oleh polisi.(agung)

MALANG-Satreskrim Polres Malang terpaksa menembak seorang penjahat pencuri motor (Curanmor), Kamis (7/6). Tersangka adalah Muklis alias Paino, 29, warga asal Dusun Krajan, Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang yang ditembus timah panas petugas, kaki kirinya.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung membenarkan kasus itu. Tembakan yang dilakukan anggotanya itu memang untuk melumpuhkan tersangka yang berusaha kabur dan melawan petugas.

“Tembakan yang dilakukan petugas itu, merupakan tindakan diskresi anggota di lapangan. Sebab tersangka berusaha melarikan diri dan melawan ketika akan ditangkap, sehingga terpaksa dihadiahi timah panas,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (8/6) sore.

Menurut Ujung, tersangka ditangkap di rumah kontrakannya Desa Ganjar, Gondanglegi karena terlibat kasus Curanmor.

Penangkapan Muklis ini, bermula dari laporan pencurian sepeda motor di Dusun Banjarsari, Sindurejo, Gedangan. Motor Yamaha Vega milik Saifudin tersebut, dicuri saat tengah malam pada 6 Juni lalu. Motor dicuri ketika diparkir depan teras rumah.

Dari laporan tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui Muklis tersangkanya. Dia pun dijemput petugas di rumahnya.

“Ketika kami geledah rumahnya, ternyata ada beberapa motor lain. Setelah kami interogasi, semuanya motor itu hasil curian tersangka. Delapan motor yang kami amankan sebagai barang bukti, semuanya dicuri di wilayah Kecamatan Gedangan,” terang Ujung.

Sementara pengakuannya kepada petugas, Muklis mengakui sudah delapan kali mencuri motor. Saat mencuri ia sendirian.

“Saya tidak memakai kunci T, karenanya motor yang saya curi semuanya tidak dikunci setir. Karena untuk mencuri, motor saya dorong dulu, lalu kabel kontak saya putus dan sambung lagi. Dari delapan motor yang saya curi itu, baru satu yang terjual seharga Rp 1 juta,” aku Muklis.(agp)

Berita Terkait

Baca Juga