''Om Saya Boleh Terbang? Parasut Collaps... Allahu Akbar''

  • 2018-06-13 penulis : kerisdianto
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7149
''Om Saya Boleh Terbang? Parasut Collaps... Allahu Akbar'' Atlet muda paralayang Cherly Aurelya (insert) dan saat jenazahnya dievakuasi ke RS Hasta Brata Kota Batu.

BATU-Inilah detik-detik ketika atlet muda paralayang, Cherly Aurelya, 18, jatuh dan tewas setelah parasut yang digunakannya mengembang tidak sempurna, di Gunung Banyak, Kota Batu, Selasa (12/6) pagi.

Pagi itu cuaca cerah. Kecematan angin 3-5 kilometer per jam. Kondisi yang ideal untuk olah raga dirgantara ini kata Arif Eko Wahyudi, Ketua Paralayang Jatim.


Korban yang saat itu berlatih terbang, diawasi instrukturnya Sugiarto. Sebelum terbang, instruktur sudah bertanya, apakah semua sudah ready.

“Om saya mau terbang, apakah available atau diizinkan. Lalu dijawab instrukturnya apakah semua sudah terpasang dan ready? Sudah,” kata Arif menirukan percakapan antara Cherly dan Sugiarto sebelum lepas landas.  

Instruktur berlesensi PL-3 lalu memperbolehkan korban terbang landas dari atas Gunung Banyak.

Tak lama, dua menit berselang, Cherly mengalami masalah di udara. Dari Handy Talkie, Cherly menceritakan masalah yang dialaminya kepada instruktur lain yang ada di landasan pendaratan bawah, bernama Pras. 

“Parasutnya collaps (tertutup)! Lalu, dijawab oleh Pras, segera menarik parasut cadangan,” cerita Arif kepada media sore tadi.

Kejadian ini berlangsung cepat. Tangan Cherly tak berhasil menggapai toggle (panel) parasut cadangan. Alat penyelamat daruratnya tak sempat terbuka. Tak lama setelah percakapan itu, Cherly terjun bebas dengan kondisi parasutnya tertutup. 

Menurut keterangan masyarakat sekitar Gunung Banyak, Cherly berteriak Allahu Akbar.
Sebelum tubuhnya menerjang bebatuan bukit dan tewas dengan kondisi luka parah, suara teriakan Cherly menggema di perbukitan Gunung Banyak.  

Cherly mengembuskan napas terakhirnya dengan kondisi pendarahan dada dan kepala. Masyarakat sekitar lokasi langsung menolong Cherly.

Tak lama, petugas Polres Batu Kota dan tim SAR, merapat ke lokasi begitu menerima laporan. Jenazahnya dievakuasi ke Kamar Mayat RS Hasta Brata Batu. 
 

Berita Terkait

Baca Juga