Bugil di Tembok Rapatan Marisa Papen Menuai Banyak Kecaman

  • 2018-06-29
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7664
Bugil di Tembok Rapatan Marisa Papen Menuai Banyak Kecaman Model asal Belgia yang senang berphose bugil ini banyak menuai kecaman lantaran berphose telanjang di tembok raptan (marisapapen.com)

JAKARTA-Model asal Belgia, Marisa Papen kembali berulah. Model yang gemar phose bugil itu kini membuat masyarakat marah. Gara-garanya, dia memposting foto bugil di depan Tembok Ratapan Yerusalem. 

Tembok tersebut merupakan tempat yang sakral bagi umat Yahudi, Muslim, dan Kristiani. 

"Ini adalah insiden yang memalukan dan menyedihkan, yang menghina tempat sakral tersebut dan perasaan orang-orang yang datang ke tempat itu," kata Pendeta Shmuel Rabinovich.


Ulah di Tembok Ratapan, Yerusalem itu bukan pertama kali. Marisa kerap berpose telanjang di berbagai tempat. Di salah satu akun media sosialnya, dia mendekripsikan dirinya "berjiwa bebas, ekspresionis yang bebas".

Dia pun pernah dipenjara pada 2017 karena berpose tanpa busana di salah satu kuil di Mesir.

Dikutip dari The Sun, Marisa Papen berfoto tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya di atap sebuah gedung yang dekat dengan Tembok Ratapan.

"Jelas bagi saya, bahwa jika kami dapat mengambil foto di depan atau dekat Tembok Ratapan, perjalanan ini akan menjadi sukses," kata Marisa.

"Kami bercakap-cakap dengan seseorang yang sangat ramah, yang kemudian diketahui beragama muslim. Dia mengundang kami ke ruahnya di mana kami minum kopi dan teh mint," papar Marisa.

Saat dia dan fotografernya, Mathias Lambrecht minta izin untuk berfoto di atap rumahnya, pria itu dengan senang menurutinya.

"Saya masih harus menjelaskan bahwa saya ingin melepas seluruh pakaian saya untuk foto itu. Tapi dia bahkan lebih dingin dari yang kami pikirkan," kata dia.

Marisa mengaku dia kerap dipuji atas foto-foto bugilnya dan punya penggemar di Israel, yang bahkan kerap mengundang dia lagi untuk berkunjung. 

"Orang-orang tidak perlu takut untuk menunjukan dirinya yang sebenarnya. Dimanapun mereka tetap selalu menjadi diri sendiri. Dimana kita dapat menjadi otentik, murni dan tidak terkotaminasi oleh masyarakat," kata Marisa.

"Ini sudah melewati batas. Kamu pikir siapa dirimu dapat berpose ditempat ini? Saya berharap Tuhan akan menghakimi Anda,"

Berita Terkait

Baca Juga