Begini Kata Anton Wali Kota Malang Non Aktif Soal Hasil Pilkada

Begini Kata Anton Wali Kota Malang Non Aktif Soal Hasil Pilkada Moch Anton (tengah baju putih) dan para pendukungnya yang datang ke PN Tipikor Surabaya, Jumat (29/6).

SURABAYA-Wali Kota Malang non aktif Moch Anton menyatakan tidak kaget dengan hasil Pilkada Kota Malang.   Dia malah menyentil seharusnya bisa menang mutlak karena sendiri (tidak ada lawan).

"Seharusnya, lek ijenan yo iso menang mutlak. Lek tarung temenan, yo amblas (seharusnya, kalau sendirian bisa menang mutlak. Kalau bersaing beneran, bisa kalah)," ujarnya sambil tertawa, Jumat (29/6) di PN Tipikor Surabaya.

Anton, mengucapkan hal itu ketika sedang menanti sidang kasus gratifikasi yang sedang di hadapi.


Hasil hitung  cepat Pilkada Kota Malang dimenangkan Sutiaji yang tidak lain mantan wakilnya. Sedangkan calon lainya,  Moch Anton (petahana) dan Yaqud Ananda Gudban praktis tidak dapat bersaing dalam kontestasi itu lantaran sedang dalam tahanan KPK.

Anton sendiri dalam Pilkada ini berpasangan dengan Syamsul Mahmud  (Asik) memperoleh suara lebih dari 30 persen. Menurut dia, tanpanya dan Syamsul terjun ke lapangan, jumlah raihan itu sangat luar biasa. 

"Apalagi relawan yang tetap mau bekerja keras dan jujur tanpa ada hal yang membodohi masyarakat seperti serangan fajar dan sebagainya," tuturnya. 

Relawan Asik, kata dia, sudah mengawal dengan baik, walaupun kemenangan  Pilkada kali ini tidak pada Asik.

"Masyarakat telah mengakui kepemimpinan saya  selama lima tahun," ungkap pria yang kini duduk di kursi terdakwa atas dugaan suap dalam APBD-P tahun 2015 ini.

Anton mengaku juga sudah mendapat laporan bila jumlah golput dalam pemilihan kali ini cukup besar. Mencapai 41 persen. Ia kaget karena pengalaman Pilkada Kota Malang tahun 2013  lalu, tingkat partisipasinya besar, di atas 60 persen.

"Masyarakat sepertinya antusias tidak melakukan pencoblosan. Padahal saya sudah anjurkan tidak golput," papar suami Dewi Farida Suryani ini. 

"Banyak pendukung dan masyarakat yang kecewa karena jagonya tidak ada. Jadi mereka lebih baik tidak memilih. Saya rasa masyarakat Malang cerdas dalam memilih," tambah Anton. 

Meski demikian,  Anton tetap menghormati siapapun pemenang Pilkada Kota Malang 2018. Dia

Berita Terkait

Baca Juga