Hari Pertama PPDB SMP di Kota Malang Membludak, Persaingan Makin Tajam

Hari Pertama PPDB SMP di Kota Malang Membludak, Persaingan Makin Tajam Petugas pendaftaran melakukan entry data pendaftar jalur wilayah di SMPN 3 Malang, Senin (2/7).(ipunk).

MALANG – Ribuan lulusan SD menyerbu 27 SMP Negeri kota Malang di hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Tak kurang dari 4.111 siswa sudah mendaftarkan di jalur online, Senin (2/7).

Persaingan PPDB pun dipastikan akan makin ketat, lantaran daya tampung keseluruhan SMP di ini hanya 3.920.

Sementara hingga sore tadi, para peserta PPDB itu belum bisa melihat nilai terendah dan tertinggi di masing-masing sekolah. Karena tahun ini tidak diketahui berapa hasil USBN SD, sehingga pergesaran nilai juga tidak diketahui.

Kepala SMPN 1 Malang, Dra. Lilik Ermawati tak mengelak, peserta PPDB di sekolahnya di hari pertama ini membludak. Sekitar 162 siswa sudah mengambil formulir sudah mencapai 162 siswa, sedangkan yang sudah di entri data mencapai 128.

Padahal daya tampung sesuai wilayah SMPN 1, sebanyak 144 siswa yang meliputi wilayah kelurahan Oro-oro Dowo dan Gadingkasri.  Lilik juga menyebutkan, di luar jalur wilayah, penerimaannya sesuai perangkingan.

“Kalau jalur wilayah ini nilainya banyak yang tidak sesuai harapan, namun kami belum mengetahui karena pada hari pertama server mengalami kendala,” terang Lilik.

Hal senada juga diutarakan Kepala SMPN 3 Malang, Dra. Tutut Sri Wahyuni. SMPN 3 Malang menampung sebanyak 156 siswa jalur wilayah. Di hari pertama tadi pendaftaran sudah ada sekitar 104 calon peserta didik.

“Kami yakin jalur wilayah bisa terpenuhi kuota yang ada. Hari pertama saja sudah ada ratusan pendaftar, padahal masih ada waktu 2 hari lagi,” ujar Tutut.

Nilai terendah yang diterima pada tahun lalu di SMPN 3 Malang adalah 180.00. Sedangkan pada tahun ini belum bisa diketahui, lantaran tidak semua siswa jalur wilayah nilainya rendah, sebagian juga ada nilai tinggi.

“Berkaca dari tahun lalu memang nilai jalur wilayah tidak terlalu tinggi, sehingga pada saat pembelajaran pun susah mengikuti, namun kami akan membantu mereka untuk memberi jam pelajaran tambahan,” paparnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Baca Juga