25.026 Camaba di Malang Gagal Bisa Bersaing Lagi di Jalur Mandiri

  • 2018-07-03 penulis : rosi
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3287
25.026 Camaba di Malang Gagal Bisa Bersaing Lagi di Jalur Mandiri ilustrasi peserta SBMPTN yang tidak lolos, masih memiliki kesempatan masuk PTN lewat jalur mandiri.(ist)

MALANG–Di Malang sebanyak 25.026 peserta SBMPTN dinyatakan tidak lolos masuk PTN. Namun mereka masih memiliki kesempatan masuk PTN lewat jalur mandiri.

Peserta yang tidak lolos di Malang itu, dari 38.890 pendaftar SBMPTN di tiga perguruan tinggi negeri, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM) dan UIN Maliki. 

Meski begitu, peserta yang belum beruntung masuk SBMPTN dapat bersaing kembali masuk PTB melalui jalur mandiri yang telah dibuka pada tiga PTN tersebut.

“Persaingan semakin ketat, secara nasional perbandingan pendaftar dan peserta yang diterima sekitar 5:1. Tetapi setiap prodi dapat berbeda-beda, bahkan ada rasio pelamar dengan yang diterima 100:2,” kata Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Budi Eko, Selasa (3/7).

Budi menyebutkan, peserta diterima SBMPTN yang diterima di UM tahun ini meningkat sebanyak 2.635 yang terdiri dari 1.777 calon mahasiswa baru (Camaba). Mereka ada di prodi Soshum dan 858 camaba Saintek. 

Dia pun menyarankan pendaftar yang dinyatakan tak lolos SBMPTN, bisa segera mendaftar jalur mandiri karena akan ditutup pada 10 Juli mendatang. Proses seleksinya di UM lebih mudah tahun ini karena dilaksanakan tanpa tes. Hanya diambil berdasarkan hasil ujian SBMPTN.

“Untuk menyiasati persaingan ketat pada jalur mandiri, peserta dapat memilih pilihan kedua atau ketiga untuk prodi-prodi D3 jurusan vokasi yang telah diupdate di website UM,” ungkapnya.

Sedangkan di UIN Maliki, sebanyak 1.145 peserta yang diterima dari 3.768 pendaftar. Yang artinya 2.623 tak lolos SBMPTN. Berbeda dengan UM dan UB yang menggunakan nilai SBMPTN untuk seleksi jalur mandiri, UIN Maliki masih menerapkan tes yang harus ditempuh oleh seluruh pendaftar. Tahun ini, UIN Maliki berdaya tampung 3.435 mahasiswa.

“Kami ingin memperoleh camaba berkualitas, sehingga UIN Maliki masih melakukan proses seleksi untuk jalur mandiri. Peserta dapat mengikuti seleksi tulis pada 19 Juli mendatang,” beber Kepala Biro BAAK UIN Maliki, Drs H Achmad Heru.

Sedang di

Berita Terkait

Baca Juga