Pasca Diblokir, Menkominfo Panggil Tik Tok Diminta seperti Bigo

  • 2018-07-04
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3442
Pasca Diblokir, Menkominfo Panggil Tik Tok Diminta seperti Bigo ilustrasi penggunaan aplikasi Tik Tok.(dok.tempo.co)

JAKARTA-Pasca-memblokir, aplikasi Tik Tok,  Kominfo akan melakukan pemanggilan pihak Tik Tok dalam waktu dekat. 

"Nanti ketemu. Tenang saja. Secepatnya kita panggil," jelas Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, kepada media di Jakarta, Rabu (4/7).

Rudiantara menyebutkan, sebelum pemblokiran, Kominfo juga sudah melakukan peringatan dan kemudian pemblokiran Tik Tok dilakukan.

"Kita sudah hubungi mereka sebelum di blok. Tapi ga ada respon. Saya nggak tahu (diberi peringatan) berapa kali," ujarnya.

Akibat tidak ditanggapinya surat peringatan tersebut, Kominfo lantas mengambil langkah lanjutan berupa pemblokiran DNS. 

Rudiantara berharap Tik Tok bisa mengikuti langkah Bigo untuk melakukan penyaringan konten di aplikasinya. Sebelumnya, aplikasi video streaming Bigo Live sempat diblokir akhir tahun 2016 lalu akibat banyaknya konten negatif di platform tersebut. 

"Sama seperti Bigo. Bigo kan juga dulu ditutup, tetapi mereka hire puluhan orang untuk membersihkan itu dan sekarang mungkin sampai 40 orang di Bigo untuk bersihkan itu semua," kata Rudiantara.

Namun, Bigo sendiri mengaku penyaringan konten juga dilakukan dengan menggunakan bantuan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi konten video. Menteri juga meminta agar pihak Tik Tok memiliki sistem untuk membersihkan konten negatif dari aplikasinya. 

Rudiantara menegaskan bahwa pemblokiran aplikasi asal China itu lantaran banyaknya konten video bermuatan dewasa yang berpengaruh buruk pada anak. Ia menyebut pemblokiran ini tak dipicu oleh kehebohan nama Bowo Alpenliebe baru-baru ini. 

Bowo sendiri adalah bocah 13 tahun yang terkenal lantaran aksi lip sync-nya di aplikasi video musik tersebut.

"Bukan gara-gara Bowo," tandasnya. (cnn-indonesia)
 

Berita Terkait