Diduga Terkait Proyek Listrik, OTT KPK Terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih | Berita Hari ini

Diduga Terkait Proyek Listrik, OTT KPK Terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih

  • 2018-07-13
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4956
Diduga Terkait Proyek Listrik, OTT KPK Terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan pihaknya telah melakukan OTT atas anggota DPR. Dalam operasi senyap yang dilakukan hari ini diamankan 9 orang.(dok.cnnindonesia)

JAKARTA-Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menangkap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan hari ini, Jumat (13/7).

"Ya benar, sore tadi KPK mengamankan sembilan orang, yang terdiri dari unsur anggota DPR-RI, staf ahli, supir dan pihak swasta," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan kepada wartawan.

Basaria mengatakan penangkapan salah satu wakil rakyat itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Menurut dia, pihaknya menemukan bukti-bukti transaksi yang diduga melibatkan Eni Maulani dan pihak swasta. 
 
Namun Basaria belum menyebutkan dalam kaitan kasus apa wakil rakyat itu ditangkap.

Sementara itu sumber di KPK menyebut, OTT terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih disinyalir terkait dengan proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) di PLN Riau.

Eni ditangkap bersama Bos Apac Group Johanes B Kotjo dan tujuh orang lainnya. Eni diduga menerima uang sebesar Rp500 juta terkait proyek pembangunan pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Riau.

"Terkait proyek listrik 35.000 megawatt, ya PLN Riau," kata seorang penegak hukum di KPK.

Uang Rp500 juta yang diterima Eni itu diduga dari Johanes Kotjo. Saat ini, Eni dan Johanes Kotjo serta tujuh orang lainnya tengah berada di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan awal.

"Ya Johanes Kotjo sudah ada di KPK. Uang diberikan oleh Johanes B Kotjo," ujarnya.

Dikutip dari cnn indonesia, di Riau kini tengah dibangun proyek PLTU. Proyek tersebut digarap oleh konsorsium yang terdiri dari BlackGold, PT Pembangkitan Jawa-Bali, PT PLN Batubara (PLN BB) dan China Huadian Engineering Co., Ltd. (CHEC).

BlackGold merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi multinasional. Johanes Kotjo adalah salah satu pemegang saham di BlackGold. Johanes juga masuk dalam 150 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$267 juta pada 2016.
 

Berita Terkait

Baca Juga