Terbakar Api Cemburu, Wajah Istri Disayat Pisau, Mertua Disetrika

  • 2018-07-17 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :22978
Terbakar Api Cemburu, Wajah Istri Disayat Pisau, Mertua Disetrika Tersangka M Gufron saat digelandang petugas dan istrinya (insert) ketika dalam perawatan medis.(agung)

MALANG- Seorang pria penganiaya istri dan mertuanya di Desa Karanganyar, Poncokusumo, Kabupaten Malang berhasil ditangkap Reskrim Polres Malang. Dia adalah M. Ghufron, 43. Kini dia harus mempertangung-jawabkan atas perbuatannya.

Sebelumnya, tersangka diburu petugas setelah diketahui menganiaya istrinya Ana Nur Rahmawati, 27, dan mertuanya Umi Farida, 43. Akibat ulahnya itu, kedua korban mengalami luka cukup serius. 

Penganiyaan itu terjadi hari Minggu (15/7). Setelah itu dia kabur. Sedangkan istri dan mertuanya yang tidak menerimakan atas perbuatannya melapor ke polisi..

"Tersangka sempat kabur ke Blitar, Kediri dan Gresik. Namun setelah kami bujuk, akhirnya mau pulang dan langsung kami amankan," jelas Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto, Selasa (17/7).
 
Gufron pun segera menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. 

"Karena kasusnya KDRT, kami limpahkan kasusnya ke Polres Malang. Apalagi korbannya juga dua orang perempuan," terang Andik. 

Diperoleh keterangan, hubungan Ghufron dengan istrinya bekalangan ini memang sedikit bermasalah. Sampai istrinya Ana Nur Rahmawati, yang semula tinggal bersama tersangka di Desa Belung, Poncokusumo, harus pulang ke rumah orang tuanya.

Hubungan pasutri ini menjadi tegang dipicu setelah usaha Gufron jatuh. Perilaku tersangka menjadi kasar kepada istrinya. Pemarah dan menjadi pencemburu. Keduanya pun sering cek-cok.

Puncaknya, Ana Nur Rahmawati pulang ke rumah orangtuanya di Desa Karanganyar, Poncokusumo. Hari Minggu sore lalu, tersangka datang ke rumah mertuanya bermaksud menjemput istrinya. Namun istrinya tidak mau pulang. 

Tersangka sempat memaksa sampai menyeret tubuh istrinya. Kemarahannya memuncak sampai mengambil setrika yang digunakan mertuanya, untuk melukai istrinya. Melihat suaminya kalap, Ana Nur Rahmawati berontak, berusaha kabur dan sembunyi di ruang dapur bibinya. 

Umi Farida, mertuanya berusaha melerai. Namun malah terkena imbasnya. Setrika panas yang dibawa tersangka ditempelkan ke wajah mertuanya. Korban yang kesakitan ditinggal tersangka mengejar istrinya.

Di

Berita Terkait

Baca Juga