Polisi Malaysia Tangkap 3 WNI Terkait ISIS

  • 2018-07-20
  • dibaca :1236
Polisi Malaysia Tangkap 3 WNI Terkait ISIS Aparat Kepolisian Malaysia menangkap tujuh teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)

KUALA LUMPUR – Kepolisian Malaysia menangkap 7 orang yang diduga merupakan militan kelompok ISIS, dalam penggerebekan di empat negara bagian. Di antara ketujuh tersangka tersebut, 3 di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).
Tiga orang warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap kepolisian Malaysia (PDRM) diduga terafiliasi dengan negara Islam Irak Suriah (ISIS). Mereka salah satunya berinisial UR (42) dan dua lainnya belum diketahui karena masih ditahan polisi Malaysia.


"Penangkapan warga Indonesia di Malaysia ada tiga orang yang diduga terafiliasi dengan kelompok ISIS," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Setyo Wasito di Kompleks Senayan, Jakarta.
Mereka memasuki Malaysia melalui perbatasan. Selanjutnya di tempat pemeriksaan imigrasi Malaysia, terdeteksi terindikasi terkait dengan ISIS sehingga ditangkap. Menurut dia, tiga WNI tersebut sudah masuk pantauan otoritas Malaysia sebelum akhirnya ditangkap.
"Kami sedang melakukan koordinasi dengan atase polisi di Malaysia, atase polisi Indonesia sedang melakukan koordinasi untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut," ucap Setyo.


Polisi Malaysia menangkap tujuh orang yang diduga terafiliasi dengan ISIS dalam operasi khusus di empat negara bagian, johor, Terengganu, Selangor, dan Perak antara 12-17 Juli 2018.
Empat tersangka yang juga ditahan dalam operasi khusus ini adalah seorang pria Malaysia, berusia 24 tahun dan seorang wanita Malaysia yang ditangkap di Johor pada 16 Juli, seorang pria Malaysia berusia 34 tahun yang pernah mengancam akan membunuh raja Malaysia dan seorang pemuda Malaysia berusia 21 tahun di Johor.
Tiga tersangka lainnya merupakan WNI, Mereka salah satunya berinisial UR (42) dan dua lainnya belum diketahui karena masih ditahan polisi Malaysia.
Salah seorang WNI itu diduga telah berjanji setia dan menerima pelatihan militer dari Negara Islam Indonesia. Seorang WNI lain diduga terkait dengan

Berita Terkait

Baca Juga