Sengketa Pengelolaan Unikama Berlanjut, Christea Menangkan Gugatan PTUN, Lawannya Banding

  • 2018-07-21 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3104
Sengketa Pengelolaan Unikama Berlanjut, Christea Menangkan Gugatan PTUN,  Lawannya Banding kampus Unikama, Malang.(ist)

MALANG – Konflik di lembaga perguran tinggi, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) sepertinya mash panjang. Hakim PTUN Jakarta yang menolak gugatan Soedjai terhadap Kemenkumham ikhwal terbitnya SK AHU 000.0001.AH.01.08 tahun 2018, dilawan kubu berseberangan. 


SK tersebut adalah dasar penetapan Christea Frisdiantara sebagai ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI).


Hasil PTUN Jakarta yang menolak gugatan Soedjai itu telah diumumkan di sistem informasi PTUN Jakarta pada 18 Juli 2018 lalu. Dalam pokok perkara itu, PTUN tidak mengabulkan permintaan Soedjai untuk membatalkan SK yang mendasari PPLP PT PGRI versi Christea. 

Sementara, PTUN Jakarta menerima eksepsi tergugat yakni pihak Christea.

“Menerima eksepsi tergugat tentang kompetensi absolut pengadilan,” bunyi putusan PTUN Jakarta ikhwal sumber konflik di Unikama. 

Christea kepada wartawan Sabtu (21/7) menyebut Soedjai tidak menggugatnya  secara langsung. Karena, Soedjai menggugat SK Kemenkumham di PTUN Jakarta.

Karena Christea memiliki kepentingan terhadap SK tersebut, Christea menjadi pihak intervensi, sekaligus mementahkan gugatan Soedjai di PTUN Jakarta. 

Erpin Yuliono, pengacara Christea mengatakan putusan PTUN  harusnya dimaknai sebagai awal kerjasama antara Soedjai-Dr Pieter Sahertian dengan Christea.

“PTUN menerima eksepsi dari kami tergugat dua, sedangkan tergugat satu adalah Kemenkumham RI. Posisi kami adalah pihak intervensi dalam gugatan tersebut,” kata Erpin. 

Atas putusan ini Christea meminta agar Pieter-Soedjai memenuhi janji untuk mematuhi hasil putusan PTUN Jakarta.

Disebut begitu lantaran Christea merasa Pieter masih mempertahankan mengelola kampus dan tak menghiraukan hasil putusan PTUN. Ia menuding Pieter menghalang-halanginya pihaknya saat akan memasuki kampus. 


“Pak Pieter bilang tunggu hasil PTUN Jakarta tingkat 1. Sekarang putusannya sudah keluar, kami menang sebagai intervensi, kami menunggu sikap gentleman dari pak Pieter,” sambungnya.

Sementara itu, pihak Pieter mengaku tak pernah berbicara tentang korelasi antara hasil PTUN dengan pilihan sikapnya. Pieter juga membantah bahwa dia masih bermasalah dengan Christea. 

Menurut Pieter, sampai

Berita Terkait

Baca Juga