Lagi, Balapan Mobil Liar Diobrak. Ini Tiga Mobil dan Pemiliknya Yang Ditahan Polisi

  • 2018-07-22 penulis : Amanda Egatya
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7677
Lagi, Balapan Mobil Liar Diobrak. Ini Tiga Mobil dan Pemiliknya Yang Ditahan Polisi Satu dari tiga mobil yang digunakan balapan di jalan raya dikandangkan di Polres Kota Malang.(manda)

MALANG-Polres Malang Kota (Makota) kembali menindak balapan mobil liar, di Kota Malang,  Minggu (22/7) dini hari. Sedikitnya tiga mobil yang digunakan ajang adu balap di jalan raya itu telah ditahan di  Polres Makota.

Petugas mengamankan tiga mobil saat razia di Jalan Soekarno Hatta. Selama tiga pekan terakhir, total sudah enam mobil yang diamankan karena tertangkap dalam razia balapan liar.

Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengungkapkan, razia dimulai sekitar pukul 00.00 sampai pukul 02.30 WIB. Sebelum penindakan, petugas yang dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Makota, Ipda Luhur Santoso melakukan patroli dengan mengenakan pakaian preman. Setelah itu dilanjutkan dengan operasi penindakan. 

"Hasilnya, kami mendapatkan tiga mobil dan langsung diamankan di Mako Polres Malang Kota," terang dia. 

Pengendaranya  yakni Yuniar Prima, warga Sampang, Madura.  Ia mengendarai Civic warna hitam M 1172 ND. 

Selain itu, Dodik Hardyanto warga Embong Brantas pengemudi civic silver dengan Nopol L 1259 PA dan Waskita Ardi, warga Lawang, pengemudi sedan Mazda N 1118 AC. 

Mereka ditindak karena melanggar pasal 297 UU LLAJ. 

“Tiga mobil itu kami amankan di Mako Polres Makota sekitar dua bulan, biar ada efek jera,” kata dia.

Sementara, pekal lalu, pihaknya juga sudah mengamankan dua mobil. Yakni dengan nomor polisi L 1715 ZJ dan Honda Jazz warna putih bernopol  N 955 NR. Sementara, minggu sebelumnya mengamankan satu unit mobil. 

Selanjutnya, razia terhadap balap liar akan terus dilakukan Polres Makota. Lokasinya  di beberapa titik yang sering menjadi ajang balapan  dan dilakukan oleh warga.

Pihaknya juga tak segan memberikan tindakan tegas kepada anak muda yang sering memanfaatkan jalan umum sebagai arena balap liar. 

“Hal ini akan terus kami lakukan untuk menjaga kondusivitas Kota Malang dan juga mengurangi kecelakaan,” tandas dia.(tea/van)
 

Berita Terkait

Baca Juga