Buntut OTT di Sukamiskin. Kemenkumham Rombak Seluruh Lapas

  • 2018-07-23
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2177
Buntut OTT di Sukamiskin. Kemenkumham Rombak Seluruh Lapas Lapas Sukamiskin, Bandung.(dok.cnn indonesia)

JAKARTA-Buntut operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kepala Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Wahid Husen terkait jual beli fasilitas, Kementerian Hukum dan HAM melakukan razia serentak di seluruh lapas dan rutan di Indonesia, Minggu (22/7) malam.

Salah satu target razia, Lapas Sukamiskin, yang diduga memiliki fasilitas untuk narapidana sekelas hotel berbintang. Razia itu disebut sebagai momentum untuk melakukan penataan lapas dan rutan.

Direktur Jenderal PAS Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami mengatakan, penataan ini ditujukan dengan harapan para petugas lapas dan rutan berubah secara mental dan pola pikir.

"Mudah-mudahan dengan penataan ini mereka (petugas lapas dan rutan) menyadari perlu peningkatan mentalitas untuk sering melakukan komunikasi efektif, saling mengingatkan kembali. Nanti juga ada tugas kakanwil dan kadivpas memonitor lapas," kata Sri di Lapas Sukamiskin, Bandung, Minggu (22/7).

Sri tak menutup mata adanya fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin tak lepas dari mentalitas petugas lapas. Di mana bila berpedoman pada prosedur, barang-barang mewah di dalam lapas tidak boleh masuk ke sel napi.

"Ini kembali pada mindset mereka harus menegakkan intergritas. Kalau berpedoman secara prosedur, barang-barang ini tidak boleh masuk. Soal gaji, pemerintah sudah support sebenarnya. Tapi bagaimana bersyukur apa yang diberikan pemerintah itu rasanya belum dipahami," paparnya.

Di sisi lain, ia melihat soal kebiasaan petugas lapas yang 'dekat' dengan para narapidana juga menjadi masalah serius. Menurut dia hal itu tentu akan membuat hilangnya ketegasan petugas di mata napi.

"Bisa saja karena lama bergaul sering menghilangkan sisi ketegasan. Sehingga tidak selalu berorientasi pada imbalan. Ini perlu satu analisis yang mendalam," ujar dia.

Sri mengaku pihaknya sudah menyusun program merevitalisasi lapas dan rutan. Mulai dari peningkatan keamanan di dalam lapas hingga konsep pembinaan kepada napi. Pun demikian sanksi terhadap petugas.

"Revitalisasi ini harus berada dalam satu sistem. Tugas kami melakukan penguatan

Berita Terkait