BPJS Kesehatan dan Presiden Joko Widodo, Digugat Penderita Kanker Payudara

  • 2018-07-27
  • dibaca :7276
BPJS Kesehatan dan Presiden Joko Widodo, Digugat Penderita Kanker Payudara Ilustrasi kantor BPJS Kesehatan

yang membantu pertumbuhan dan proliferasi sel-sel manusia.
Obat Trastuzumab ini diakui dan diterima untuk membantu pengobatan kanker payudara sejak tahun 1998.
Jika dikombinasikan dengan obat lain, Trastuzumab dapat digunakan untuk mengobati kanker payudara metastase atau metastatis pada pasien dengan HER2 positif.
Di Indonesia, trastuzumab awalnya masuk daftar obat yang dijamin BPJS Kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Formularium Nasional 2018 yang ditetapkan pada 28 Desember 2017. Namun mulai 1 April 2018, obat ini harus didepak dari daftar obat yang dijamin BPJS Kesehatan.
Menurut Nopi Hidayat, Kepala Humas BPJS Kesehatan, keputusan ini sesuai dengan keputusan Dewan Pertimbangan Klinis bahwa trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan pasien kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi. Selain itu, obat ini harganya mahal. (CNN)

Berita Terkait