Bordir Malangan Laris Manis di Kota Tarakan

  • 2018-07-27 penulis : Hari Santoso
  • Editor :goly
  • dibaca :9362
Bordir Malangan Laris Manis di Kota Tarakan Stand produk unggulan Kota Malang digelaran APEKSI di Tarakan

TARAKAN – Perasaan puas diungkapkan Owner Marsalia Embroidery Sri Rahayu Rovidi. Pemilik bordir Malangan ini diikutkan Dinas Perdagangan Kota Malang pada acara pameran produk unggulan kota-kota Apeksi di Indonesia City Expo, pada gelaran Rakernas APEKSI XIII di Islamic Center, Taman Berkampung Kota Tarakan (24-28 Juli). Stan produk unggulan Kota Malang diserbu banyak pengunjung. Produk home industri binaan Pemerintah Kota Malang itu, mampu menarik minat pengunjung untuk membeli produk-produknya. Produk bordir Malangan ludes diserbu pengunjung pameran produk unggulan itu.
 "Saya tak menyangka antusias pengunjung luar biasa. Kemarin kami membawa produk hingga over load bagasi,  tapi ternyata masuk hari ke-2 pameran sudah habis semua stock yang dibawa.  Sehingga kami datangkan lagi barang dari Malang,  "kata Sri Rahayu.
Bordir Malangan mengandalkan produk keseharian, seperti mukena,  daster,  sandal dan dompet,  mampu menarik konsumen dan laris manis "bak kacang goreng". Khususnya daster dengan aksen Malangan sulam hand made menjadi primadona,  hingga tercatat putaran omzet sehari mencapai Rp 7 juta  hingga Rp 9 juta.
Diterangkannya, usaha itu dirintis tahun 2010 sebagai usaha perorangan. Usaha bordir mulai ikut binaan Pemkot Malang tahun 2011. "Dari kesulitan akses dan berkembang,  serta dapat info teman untuk berkonsultasi ke Dinas Koperasi Kota Malang di 2011, maka saya berkonsultasi ke sana.  Dari situ,  kami sering mendapat pendampingan dan diajak pada misi pameran sehingga dapat tumbuh kembang serta dikenal masyarakat, " tutur Sri Rahayu,  yang sebelumnya pernah bekerja di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang.
Dalam perkembangannya,  Marselia Bordir mampu menembus pangsa luar negeri diantaranya Dubai,  Turki, dan Singapura.
"Kalau pasar nusantara secara umum sudah masuk,  dan itu dimungkinkan karena selama ini produk produk kami hampir sepenuhnya dipercaya ibu ibu Persit (TNI) dan Bhayangkari (Kepolisian), sehingga membantu kemudahan pemasarannya, " ujar perempuan

Berita Terkait

Baca Juga