Petani Apel Poncokusumo, Sengaja Mematikan Tanaman Apelnya

Petani Apel Poncokusumo, Sengaja Mematikan Tanaman Apelnya Kondisi pohon apel di Desa/Kecamatan Poncokusumo sengaja dimatikan petani

MALANG - Pohon apel di Desa/Kecamatan Poncokusumo, tampak banyak yang mati. Para petani apel mengaku memang sengaja mematikan tanaman apelnya. Mereka lebih memilih, menanam jeruk yang dinilai lebih menguntungkan. Yusuf, salah satu petani apel mengatakan, ketika menanam apel tidak memberikan banyak keuntungan.  “Kalau menanam apel, harus menunggu enam bulan sekali baru panen. Setelah itu berhenti. Sedangkan kalau menanam jeruk, akan terus berbuah tiap tahunnya,” ujar Yusuf.
Lanjut Yusuf, para petani menggunakan metode Bujangseta atau kepanjangan dari Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun. “Ini cara memproduksi jeruk yang berbuah sepanjang tahun,” tegas pria berusia 40 tahun itu.
Sehingga, para petani bisa merasakan panen jeruk sepanjang tahun, tidak harus menunggu enam bulan sekali seperti apel.
“Saya bersama petani lainnya banyak beralih menanam jeruk. Selain sepanjang tahun panen, penjualannyapun sangat gampang,” kata dia. Menurutnya, apabila lahan yang ada dipertahankan untuk pohon apel, maka akan merugi. Selain itu, minat masyarakat dalam membeli apel sangat sedikit dan lebih memilih membeli jeruk.
Sementara itu, Sudarmanto, salah seorang petani apel lainnya mengatakan, dia tetap bertahan dengan menanam apel.
Dirinya memiliki cara tersendiri, Sembari menunggu panen apel tiap enam bulan sekali. Yakni memanfaatkan lahannya yang di sekitar pohon apel dengan ditanami sayur dan di lahannya juga dibuat kandang untuk beternak sapi.
“Saya harus berinovasi sembari menunggu panen apel tiap enam bulan sekali. Caranya ya bertanam apel dan beternak sapi perah. Hasil panen sayur dan susu sapi, bisa dijual lagi ke koperasi atau pasar,” terangnya.
Bahkan, ia mengaku memiliki keuntungan ganda. Selain mendapat penghasilan dari sapi dan sayur, juga mendapat penghasilan dari apel. “Kalau semuanya beralih tanam jeruk, lantas siapa yang mempertahankan pohon apel. Padahal pohon apel merupakan identitas Malang,”

Berita Terkait

Baca Juga