Prabowo: Capres-Cawapres Hasil Ijtima Itu hanya Saran

  • 2018-08-01
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2555
Prabowo: Capres-Cawapres Hasil Ijtima Itu hanya Saran Prabowo Subianto dan Salim Segaf Al-Jufri.(dok.merdeka.com)

JAKARTA- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan pasangan calon presiden (Capres) dan wakil presiden (Cawapres) yang dihasilkan dalam ijtima (pertemuan) ulama hanya berupa rekomendasi atau saran. Rekomendasi itu ditujukan kepada Gerindra, PKS dan PAN. 

Ijtima ulama merekomendasikan Prabowo berpasangan dengan Salim Segaf Aljufri atau Ustaz Abdul Somad di Pilpres 2019. 

"Saya tegaskan kembali, ijtima itu mengajukan rekomendasi. Nah, rekomendasi kan saran," ujar Prabowo. 

Prabowo tidak menjawab dengan tegas apakah bakal merealisasikan rekomendasi ijtima ulama. Menurutnya, semua akan dibicarakan lebih lanjut. 

"Ya, nanti akan dibahas," ucap Prabowo. 

Prabowo Sebut Capres-Cawapres Hasil Ijtima Ulama Hanya SaranBeberapa pemimpin parpol berkumpul di acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, Jakarta. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)

Prabowo mengatakan proses demokrasi sedang berjalan, yakni ketika Gerindra, PKS, PAN selalu bermusyawarah dalam mengambil keputusan. Menurut Prabowo, memang seperti itulah seharusnya. 

Partai politik, kata Prabowo, adalah pilar penting dalam demokrasi. Partai politik mesti senantiasa bermusyawarah dalam menentukan keputusan. 

"Inilah yang anda lihat ini demokrasi sedang berjalan," ujar Prabowo. 

Sebelumnya, Prabowo mengadakan pertemuan dengan petinggi PKS dan PAN serta Persaudaraan Alumni 212 di kediaman pengusaha Maher Algadri di bilangan Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa malam (31/7). 

Mereka yang hadir antara lain Anggota Dewan Pembina Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Sekjen PAN Eddi Soeparno. 

Pengurus PKS yang hadir antara lain Ketua Majelis Syuro SAlim Segaf Aljufri, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nurwahid, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Sekjen Mustafa Kamal. (cnn-indonesia)
 

Berita Terkait

Baca Juga