PKS Pilih Abstain Jika Tidak Ada Kesepakatan Dalam Koalisi Gerindra

  • 2018-08-01
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1905
PKS Pilih Abstain Jika Tidak Ada Kesepakatan Dalam Koalisi Gerindra Direktur Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin. (dok.kompas)

JAKARTA- Partai Keadilan Sejahtera akan abstain jika di Pilpres 2019 tidak ada kesepakatan soal Cawapres Prabowo Subianto dalam koalisi dengan Gerindra, PAN, dan Demokrat.

"Itu salah satau opsi yang mungkin diambil kalau memang situasinya tidak memungkinkan," kata Direktur pencapresan PKS Suhud Alynudin, Rabu, (1/8).

Suhud mengatakan, partai koalisi sampai saat ini belum mencapai kesepakatan soal sosok Cawapres yang bakal mendampingi Ketum Gerindra Prabowo. 

PKS meminta Prabowo menerima hasil ijtima ulama GNPF Ulama yang salah satunya merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie sebagai cawapres. Selain Salim, Suhud juga menyebut PKS memiliki delapan kader yang berpotensi menjadi cawapres.

Jika usulan itu tidak diterima Prabowo, DPP PKS dan Majelis Syuro PKS berencana mengevaluasi kembali koalisi dengan Gerindra di Pilpres 2019.

"Ketika nama lain yang keluar kami akan membawa kembali ke DPP dan Majelis Syuro PKS. Apakah itu diterima atau tidak, itu tergantung pembahasan. Jadi posisi kami menunggu keputusan Pak Prabowo," ujarnya.

Meski berpeluang, Suhud mengaku sampai saat ini belum ada pembahasan cawapres dengan mitra koalisi. Ia mengatakan pembahasan masih seputar penyelarasan visi dan misi.

"Jadi memang belum sampai pada kesimpulan siapa yang didorong. Belum ada kesepakatan," ujar Suhud.

Abstain dalam pilpres bukan hal baru dalam politik di Indonesia. Pada 2014, Demokrat menyatakan tidak mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres.(cnnindonesia)

Berita Terkait

Baca Juga