Anak Meninggal, Pasutri Ini Akhiri Hidup Terjun ke Jurang di Wisata Goa Tetes

  • 2018-08-01 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :6212
Anak Meninggal, Pasutri Ini Akhiri Hidup Terjun ke Jurang di Wisata Goa Tetes Pasangan suami istri saat ditemukan tak bernyawa di kawasan Goa Tetes, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.(ist)

MALANG - Pasangan suami istri (Pasutri) warga Jalan Nusa Indah, Desa Malangsuko, Tumpang, Kabupaten Malang ditemukan meninggal dunia, di sekitar tempat Wisata Goa Tetes, Desa Sidomulyo, Pronojiwo, Lumajang, Selasa (31/7)  malam. Korban adalah Santoso, 47 , dan  istrinya Mariyati, 47 . 

Diduga, keduanya tewas karena sebab bunuh diri.  Namun polisi masih menyelidiki kasus ini. 

"Informasi memang seperti itu (bunuh diri). Namun untuk kepastiannya, kami belum tahu karena yang menangani kematiannya polisi Lumajang," kata Kapolsek Tumpang, AKP Yusuf Suryadi, Rabu (1/8). 

Menurutnya, Polsek Tumpang mendapat informasi kematian pasutri itu. Kemudian berkoordinasi dengan Polsek Pronojiwo serta Kepala Desa Malangsuko, untuk mengurus kepulangan jenazah.
 
Ikhwal penyebab atau motif kematiannya, Yusuf, mengatakan kemungkinannya korban  depresi. 

"Kalau informasi yang kami dapat mereka mengalami depresi. Penyebabnya setelah salah satu anaknya meninggal dunia," tuturnya. 

Informasi di TKP kedua korban diketahui tiba di Wisata Goa Tetes, Desa Sidomulyo, Pronojiwo, Lumajang, sekitar pukul 13.10. Mereka datang dengan berboncengan sepeda motor Honda Supra N 4593 AH. Setelah memarkir motornya, mereka langsung turun ke lokasi Goa Tetes. 

Sampai pukul 17.00, mereka tak kunjung kembali. Anang, penjaga parkir, merasa curiga. Ia kemudian masuk ke dalam Goa Tetes untuk memastikan apa yang terjadi. 

Saat di dalam goa itulah ia menemukan kedua korban di bawah jurang dengan kondisi kepala hancur, dan sudah meninggal dunia. Melihat itu, saksi langsung memberitahu warga setempat, yang kemudian melaporkan ke polisi. 

Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan identitasnya. Hanya selembar kertas dari Bank Perkreditan Rakyat Tugu Artha, yang ditujukan kepada Mariyati. Selain itu, karena kondisi TKP yang gelap, terjal dan curam membuat proses evakuasi berjalan lama.(agp/jon)

Berita Terkait

Baca Juga