Cantiknya Puncak Tertinggi Di Jawa

Cantiknya Puncak Tertinggi Di Jawa Gunung Semeru

Menuju Puncak Mahameru
Wisatawan pendaki harus melalui 10 jalur atau pos pendakian untuk sampai ke Puncak Mahameru. Tiap  jalur memiliki karakternya masing-masing. Setiap jalur yang dilalui, karakteristik medan jalur pun berubah-ubah dan memiliki tantangannya masing-masing.
Pos jalur pendakian tersebut diantaranya mulai dari yang pertama adalah Pos Ranu Pani, Pos 2 Landengan Dowo, Pos 3 Watu Rejeng, Pos 4 Ranu Kumbolo, Pos 5 Oro-Oro Ombo, Pos 6 Cemoro Kandang, Pos 7 Jambangan, Pos 8 Kalimati, Pos 9 Arcopodo dan terakhir Puncak Mahameru.
Jalur-jalur inilah yang dilalui penulis sebelum akhirnya sampai di Puncak Mahameru. Sedikit cerita perjalanan dari Pos 1 sampai Pos 3 dapat ditempuh 4 hingga 5 jam lamanya. Dan dapat dikatakan merupakan pos awal yang memiliki medan landai. Pos-pos ini memberikan suguhan pemdangan hutan dari Gunung Semeru.
Wisatawan pendaki dapat melihat pohon-pohon pinus tumbuh lebat di sepanjang perjalanan. Suara burung-burung pun terdengar merdu bersaut-sautan. Diantara pos 1 dan 2 sinyal telekomunikasi masih ada, akan tetapi memasuki pos ke 3 sinyal sudah hilang. Disinilah tandanya jika wisatawan pendaki sudah mulai memasuki areal jauh dari pemukiman.


Pos Ranu Kumbolo –  Kalimati
Pos Ranu Kumbolo merupakan jalur pendakian ke 4 yang ditempuh menuju Puncak Semeru. Disini merupakan kawasan danau terbesar dan terindah yang dimiliki Gunung Semeru. Kebanyakan pendaki akan mendirikan tenda dan bermalam disini sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.
Pasalnya disini, pendaki dapat menyuplai kembali air untuk minum karena berlimpahnya air segar disana. Banyak dari pendaki memilih untuk stay dan camping disini tanpa melanjutkan perjalanan ke jalur pendakian puncak setelahnya.
Bagi yang memilih untuk muncak, pastinya Ranu Kumbolo akan menjadi tempat berlamam saja. Itulah yang kemudian dilakukan penulis dan melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya menuju puncak. Pos berikutnya yang dilalui adalah Pos Oro-oro Ombo, Cemoro Kandang, Jambangan hingga Kalimati.
Di pos-pos ini medan memang terasa lebih berat. Karena trek dari jalur cenderung terus menanjak. Jarak yang ditempuh dari Ranu Kumbolo hingga Kalimati dibutuhkan waktu sekitar 5 hingga 6 jam berjalan. Bisa ditempuh lebih jika rombongan banyak berhenti.
Akan tetapi di jalur-jalur ini wisatawan pendaki disuguhkan lebih banyak pemandangan yang menyejukan mata. Sekaligus, tumbuhan bunga edelweiss yang sudah mulai banyak terlihat. Dikarenakan dataran semakin tinggi dan semakin dingin.
Jika wisatawan pendaki sudah sampai di Pos Kalimati, disinilah perhentian terakhir yang harus dilalui pendaki sebelum akhirnya berjalan kembali menuju Puncak Mahameru.


Puncak Mahameru
Banyak yang mengatakan jika perjalanan menuju puncak lah yang merupakan ujian sebenarnya dari pendakian Gunung Semeru. Rasanya memang benar demikian. Medan yang ditempuh mulai dari Kalimati hingga puncak sangat menguras tenaga sekaligus emosi.
Biasanya pendaki akan mendirikan tenda di Pos Kalimati dan kemudian melanjutkan perjalanan tengah malam. Dengan barang-barang yang tidak diperlukan ditinggal di tenda yang didirikan di Kalimati. Inilah yang juga dilakukan penulis dengan rombongan.
Berangkat dari Kalimati sekitar tengah malam dikarenakan waktu paling baik untuk menikmati Puncak Mahameru adalah ketika matahari terbit. Sekitar pukul 5 Pagi hingga 8 Pagi. Maka pendaki biasanya berangkat dari Kalimati jam 12 malam.
Benar saja, penulis berangkat dari Kalimati pada jam 12 malam dan baru sampai ke puncak pada jam 8 pagi.
Kenapa memakan waktu lama? Dikarenakan medan yang harus ditempuh menuju puncak sangat menanjak dan menguras tenaga. Tidak disarankan bagi wisatawan pendaki yang kurang fit untuk melakukan pendakian ke puncak karena kemiringan dari pendakian terbilang cukup ekstrim.
Lagipula, medan yang dilalui sudah bukan lagi tanah yang mudah diinjak dan dipijak. Melainkan pasir dan batur kerikil sejauh mata memandang. Tetapi semua terbayarkan ketika Puncak Mahameru sudah

Berita Terkait