Cantiknya Puncak Tertinggi Di Jawa

Cantiknya Puncak Tertinggi Di Jawa Gunung Semeru

Cemoro Kandang, Jambangan hingga Kalimati.
Di pos-pos ini medan memang terasa lebih berat. Karena trek dari jalur cenderung terus menanjak. Jarak yang ditempuh dari Ranu Kumbolo hingga Kalimati dibutuhkan waktu sekitar 5 hingga 6 jam berjalan. Bisa ditempuh lebih jika rombongan banyak berhenti.
Akan tetapi di jalur-jalur ini wisatawan pendaki disuguhkan lebih banyak pemandangan yang menyejukan mata. Sekaligus, tumbuhan bunga edelweiss yang sudah mulai banyak terlihat. Dikarenakan dataran semakin tinggi dan semakin dingin.
Jika wisatawan pendaki sudah sampai di Pos Kalimati, disinilah perhentian terakhir yang harus dilalui pendaki sebelum akhirnya berjalan kembali menuju Puncak Mahameru.


Puncak Mahameru
Banyak yang mengatakan jika perjalanan menuju puncak lah yang merupakan ujian sebenarnya dari pendakian Gunung Semeru. Rasanya memang benar demikian. Medan yang ditempuh mulai dari Kalimati hingga puncak sangat menguras tenaga sekaligus emosi.
Biasanya pendaki akan mendirikan tenda di Pos Kalimati dan kemudian melanjutkan perjalanan tengah malam. Dengan barang-barang yang tidak diperlukan ditinggal di tenda yang didirikan di Kalimati. Inilah yang juga dilakukan penulis dengan rombongan.
Berangkat dari Kalimati sekitar tengah malam dikarenakan waktu paling baik untuk menikmati Puncak Mahameru adalah ketika matahari terbit. Sekitar pukul 5 Pagi hingga 8 Pagi. Maka pendaki biasanya berangkat dari Kalimati jam 12 malam.
Benar saja, penulis berangkat dari Kalimati pada jam 12 malam dan baru sampai ke puncak pada jam 8 pagi.
Kenapa memakan waktu lama? Dikarenakan medan yang harus ditempuh menuju puncak sangat menanjak dan menguras tenaga. Tidak disarankan bagi wisatawan pendaki yang kurang fit untuk melakukan pendakian ke puncak karena kemiringan dari pendakian terbilang cukup ekstrim.
Lagipula, medan yang dilalui sudah bukan lagi tanah yang mudah diinjak dan dipijak. Melainkan pasir dan batur kerikil sejauh mata memandang. Tetapi semua terbayarkan ketika Puncak Mahameru sudah diraih.
Berada di puncak seperti berada di negeri awan. Karena sejauh mata memandang awan putih menyelimuti sesakali juga dapat terlihat puncak gunung lainnya. Puncak Mahameru merupakan garis finish dari perjalanan di Gunung Semeru.
Berada di puncak tertinggi di Pulau Jawa memang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Disinilah pendaki dapat menghabiskan waktu untuk mengabadikan momen bersama dengan pemandangan alam diatas awan.


Pedagang Pos, Warga Lokal dan Kawan Baru
Melakukan wisata dengan mendaki memang memiliki banyak keuntungan yang berbeda dengan berwisata ke tempat lain. Mendapatkan kawan baru sangatlah mudah didapatkan ketika mendaki gunung.
Berbagai rombongan pendaki baik domestik maupun manca memiliki kebiasaan yang hanya dapat dilakuakn ketika mendaki gunung. Yakni saling menegur sapa dan saling menyemangati satu sama lain.
Benar saja, penulis merasakan keakraban instan yang terjalin dengan seluruh pendaki ketika berpapasan melintasi jalur demi jalur. Ketika melihat pendaki yang terduduk lemas, pendaki lain yang melintas sudah pasti akan memberi salam dan menyemangati.
Tidak hanya itu saja, di jalur pendakian Semeru juga memiliki warga lokal pedagang yang sangat ramah. Mereka memang sudah terbiasa dengan pengunjung dari latar dan bahasa apapun yang dipakai untuk berkomunikasi dengan mereka.
Maka dari itu, warga lokal yang mayoritas berdagan di sekitar jalur pendakian sangat ramah untuk diajak ngobrol bahkan bercanda. Selfie bareng pun mereka bersedia. Warga lokal pedagang ini kebanyakan berasal dari Desa Ranu Pani dan Ngadas.
setiap harinya mereka menjajakan dagangannya seperti air mineral, buah, gorengan sampai rokok dengan berjalan kaki turun dan naik gunung. Karena sudah terbiasa jarak tempuh mereka untuk naik dan turung gunung sangat cepat dibandingkan dengan kita yang tidak biasa.
Jadi, selain alam yang menyejukan, Gunung Semeru juga dapat menawarkan kawan baru dan kehangatan dari warga lokal yang tidak dapat dilupakan. (ica)

Berita Terkait

Baca Juga