Gatot Masih Berharap ada Poros Ketiga

Gatot Masih Berharap ada Poros Ketiga Gatot Nurmantyo saat di Theatre Room Dome UMM

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Purn. Gatot Nurmantyo sangat meyakini bahwa akan ada poros baru untuk menyaingi dua kubu koalisi, yakni pro-Prabowo dan pro-Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

Ia mengatakan hal ini, usai menjadi pembicara dalam Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah XVIII di Theatre Room Dome UMM, Jumat (3/8) siang. Ia menyiratkan belum ada kepastian yang jelas siapa yang akan bertarung dalam Pilpres tersebut. 

“Sampai hari ini, proses pemilihan capres ataupun cawapres masih cair,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Pangdiv II Kostrad, Singosari itu. Ungkapan ‘cair’ ini, berulangkali dikatakan saat ditanya wartawan di Jakarta, empat hari lalu.

“Pasti adanya poros baru sangat mungkin,” ujar Gatot menjawab pertanyaan wartawan.  Ia mengaku sangat meyakini hal ini. “Masih saling pendekatan. Semuanya melihat peluang dan semuanya sangat mungkin,” kata dia sambil melangkahkan kakinya menuju mobilnya, Toyota Alphard, N 82 GN. 

Namun ia sempat menegaskan, segala kemungkinan bisa terjadi sebelum pendaftaran kandidat capres maupun cawapres nanti. “Logika manusia. Saya bukan ketua partai. Kemudian ketua partai sudah mencalonkan sebagai presiden atau wakil presiden, atau menyiapkan calonnya,” terangnya.

“Logikanya, tidak mungkin ada peluang buat saya kan?" tambah mantan KSAD ini. Untuk itu, Gatot memilih untuk menunggu takdirnya, terkait pinangan apakah akan menjadi Capres ataupun Cawapres. Nama Gatot sendiri, seringkali muncul dalam bursa Capres dan Cawapres.

Saat ini dua kubu Capres, Jokowi dan Prabowo masih belum menunjukkan siapa calon wakilnya, padahal waktu pendaftaran semakin dekat. Diprediksi kedua kubu masih merahasiakan pendampingnya sampai detik terakhir pendaftaran. Tampaknya Gatot sulit untuk masuk ke kubu Jokowi, maka pilihannya adalah bergabung dengan kubu Prabowo, meskipun tidak menjadi Capres.

(mar)

Berita Terkait

Baca Juga