Di Hari Yang Sama dalam Seminggu, Lombok Diguncang Gempa. Seperti Ini Penjelasannya

  • 2018-08-05
  • dibaca :2340
Di Hari Yang Sama dalam Seminggu, Lombok Diguncang Gempa. Seperti Ini Penjelasannya ilustrasi gemba bumi.

JAKARTA - Gempa yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat    Minggu (5/8) malam, dirasakan sangat besar. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM, mencatat gempa itu mencapai 7  Skala Righter (SR). Mengapa bisa begitu, seperti ini penjelasan PVMBG.

BACA JUGA : Gempa 7 SR di Lombok Terasa Hingga di Malang

Menurut BMKG, gempa bumi dirasakan kuat di Mataram, Lombok, Bali dan bahkan Jawa Timur. Menurut info dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, gempa bumi ini terasa IV MMI di Pos PGA Agung. Gempa bumi ini diperkirakan menimbulkan tsunami, sehingga dikeluarkan peringatan dini Tsunami.

Namun peringatakan tsunami itu akhirnya diakhiri setelah dipublis hampir sejam kemudian.

Sebelumnya, gempa berskala 6,8 skala Richter (SR) juga mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB), MInggu (29/7). Yang bukan saja memporak-porandakan sejumlah pemukiman, tetapi juga sampai terjadi korban jiwa.

Tepat seminggu di hari yang sama, gempa kembali terjadi bahkan lebih besar.

BACA JUGA : Akibat Gempa 7 SR di NTB, 52 Orang Luka-luka, 1 Orang Meninggal

Menurut BMKG  menyebut, NTB sebagian besar daerah yang tersusun oleh endapan gunung api berumur Tersier hingga Kuarter, sedimen dan metamorf Tersier sampai Pra Tersier. 

Sebagian besar endapan tersebut telah tersesarkan dan terlapukkan. Pada endapan yang terlapukkan diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

Lebih dari itu, Lombok memang kawasan seismik aktif. Daerah ini berpotensi diguncang gempa karena terletak di antara 2 pembangkit gempa dari selatan dan utara.

Dari selatan terdapat zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Lombok, sedangkan dari utara terdapat struktur geologi Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrusting).

Sesar Indo-Australia ini naik jalurnya memanjang dari laut Bali ke timur hingga laut Flores. Akhirnya, wilayah tersebut

Berita Terkait