SAR Temukan Korban Satu Keluarga Tewas Tertimbun Bangunan

  • 2018-08-06
  • dibaca :2301
SAR Temukan Korban Satu Keluarga Tewas Tertimbun Bangunan Seorang perempuan melintas dekat kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB (Antara)

LOMBOK - Berapa jumlah korban gempa di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) masih simpang-siur.  Tim SAR gabungan pun menemukan sejumlah korban gempa yang merupakan satu keluarga yang meninggal akibat tertimpa bangunan berkekuatan 7 Skala Richter (SR), Minggu (5/8) malam.

BACA JUGA : Gempa di pulau Lombok, Korban meninggal dunia bertambah menjadi 91 orang

Mereka adalah Alimun, Reni, Elsa, Linda, dan Fauzan yang meninggal akibat tertimbun reruntuhan beton di Tembobor, kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim SAR segera melakukan upaya evakuasi berasal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, dan Tim Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa.

Upaya evakuasi kelima korban dilakukan dengan cara pengeboran dan membelah bangunan beton menggunakan martil. Saat berhasil membongkar bangunan beton, tampak jenazah Alimun sedang memeluk erat seorang anak perempuannya yang juga sudah tidak bernyawa.

"Semua korban sudah berhasil dievakuasi. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Utara," kata seorang anggota Tim SAR yang dikutip dari antara.

Sementara Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Naisonal Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sebagian besar korban meninggal dari gempa bumi itu akibat tertimpa bangungan.

"Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh," ucapnya, melalui keterangan tertulis.

Hingga saat ini, katanya, jumlah korban meninggal mencapai 82 orang. Rinciannya, berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 39 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang.

Sementara, jumlah korban luka-luka masih dalam proses identifikasi karena mereka tersebar di Puskesmas dan rumah sakit se-Pulau Lombok. Sebagian besar sudah dibawa oleh anggota keluarganya. BNPB meminta warga tetap tenang namun waspada pasca gempa Lombok 7 SR. (sumber antara dan cnn-indonesia)

Berita Terkait