Anak Tukang Bubur Lolos Taruna Akademi Militer

  • 2018-08-06
  • Editor :goly
  • dibaca :3717
Anak Tukang Bubur Lolos Taruna Akademi Militer Imron Ichwani, berhasil lolos seleksi calon taruna Akademi Militer (oke)

PURBALINGGA - Imron Ichwani, warga Desa Selabaya Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, berhasil lolos seleksi calon taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang. Keberhasilan anak pedagang bubur ayam keliling itu, menurut Komandan Kodim 0702 Purbalingga Letkol Inf Andy Bagus, membuktikan siapapun bisa menjadi taruna Akmil, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan TNI Angkatan Darat.
"Imron Ichwani sudah membuktikan bukan hanya anak orang tertentu yang bisa menjadi taruna Akmil," tutur Andi Bagus kepada wartawan.


Saat ditemui di rumahnya di Selabaya-Purbalingga,  Ayah kandung Imron, Sugeng Suroso, menuturkan, anaknya memang cerdas. Sejak masih duduk di SD, Imron sering mengikuti lomba matematika.
"Imron juga mendapat nilai matematika 10 pada UN (Ujian Nasional)," ujar Sugeng.
Imron menyelesaikan pendidikan di SDN 1 Selabaya Kalimanah (2012) dan SMP N 1 Purbalingga (2015). Selanjutnya menempuh pendidikan di SMAN 1 Purwokerto Jurusan IPA hingga lulus tahun 2018.
"Saat di SMP dan SMA, Imron juga mengikuti lomba Olimpiade tingkat Provinsi," tambahnya.
Imron yang selama menempuh pendidikan di SMA harus tinggal bersama kakeknya di Purwokerto, selalu aktif dalam organisasi kesiswaan dan paskibra. Berawal dari kegiatannya, dan arahan guru pembina SMA, Imron yang semula bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), berganti haluan dan mendaftar calon taruna Akmil.
Sementara Sugeng Suroso, sudah sepuluh tahun berdagang bubur ayam. Dari berjualan keliling dengan menggunakan sepeda motor, bapak 7 anak itu mendapat penghasilan rata-rata Rp50 ribu per hari.
Kabar gembira itu diterima Sugeng pada Sabtu (28/7/2018) ,melalui telepon genggam anaknya yang lain. Alhamdulilah, Pak. Saya lulus Capratar Akmil, begitulah kalimat Imron seperti ditirukan Sugeng. Saat itu, Sugeng baru tiba di rumahnya setelah berjualan bubur keliling.
"Saya sempat nglegeg (diam terpaku). Tapi suara anak saya di telepon meyakinkan saya tidak sedang bermimpi," ujarnya. (Oke)

Berita Terkait