Pungutan Liar di SDN Tumpang 6 Kabupaten Malang, Ada Paksaan

Pungutan Liar di SDN Tumpang 6 Kabupaten Malang, Ada Paksaan Ilustrasi

MALANG – Heboh praktik Pungutan Liar (Pungli) terjadi di SDN Tumpang 6 terus bergulir. Terbaru, orang tua wali murid mengeluhkan adanya paksaan terhadap pungutan yang digunakan untuk LKS dan seragam sekolah. Apalagi mayoritas orang tua serta wali murid tidak diajak mengikuti musyawarah dalam pembahasan besaran pungutan tersebut.
Salah satu orang tua wali murid SDN Tumpang yang namanya enggan disebutkan mengatakan, sebelum keluar surat besaran pungutan, terlebih dahulu diadakan rapat. “Banyak orang tua yang tidak mengikuti rapat tersebut, karena tidak mengetahuinya. Yang mengadakan rapat adalah dewan kelas,” ujarnya kepada Wartawan.
Dia melanjutkan, usai rapat itu tiba-tiba keluar surat mengenai besaran pungutan kepada orang tua wali murid.
“Ada banyak orang tua tidak tahu adanya rapat maupun pertemuan itu. Juga ada paksaan dari dewan kelas terkait pembayaran pungutan. Katanya, kalau tidak membayar, uang tabungan siswa akan dipotong,” keluhnya.
Menurutnya, setiap kelas di SDN Tumpang 6 memiliki dewan kelas. Dewan kelas merupakan salah satu perwakilan dari orang tua maupun wali murid. Dia mengaku tidak tahu proses pembentukan dewan kelas tersebut. Yang diketahuinya sudah terbentuk dewan kelas yang tugasnya adalah melakukan koordinasi untuk keperluan murid.
“Yang menentukan besaran ini ya dari dewan sekolah bersama pihak sekolah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SDN Tumpang 6 Bambang Dwi Atmaji SPd membantah pihaknya terlibat dalam penentuan besaran pungutan itu. Sedangkan yang menentukan adalah paguyuban orang tua wali murid atau dewan kelas.
“Selain ada Komite Sekolah, di sekolah kami juga ada Paguyuban Orang Tua Wali Murid. Yang menetapkan pembelian LKS dan seragan sekolah itu dari Paguyuban,” sebutnya. Lebih lanjut dia juga mengaku tidak mengetahui rapat pembahasan terkait penentuan besaran pungutan bagi seluruh orang tua wali murid tersebut.
“Hanya saja pihak orang tua wali murid berkonsultasi kepada kami terkait minimnya bahan

Berita Terkait