Dua Ribu Turis sedang Berusaha Keluar dari Kawasan Wisata

  • 2018-08-06
  • dibaca :2633
Dua Ribu Turis sedang Berusaha Keluar dari Kawasan Wisata Pasca-gempa 7 skala Righter di NTB, sejumlah turis asing berbondong-bondong meninggalkan kawasan wisata Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Lombon NTB.(dok.antara)

LOMBOK - Sekitar 2 ribu turis manca negara di kawasan wisata di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang berupaya keluar dari wilayah itu. Evakuasi yang dilakukan juga terkendala.

Baca Juga : Penyaluran Bantuan ke Lombak Terkendala Lokasi, TNI Kerahkan Batalyon Zeni

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengimbau agar para wisatawan di tiga Pulau itu untuk tetap tenang dan tidak tergesa-gesa meninggalkan pulau itu.

"Saya tegaskan bagi para turis baik asing maupu domestik beserta pemilik dan pegawai resort tidak wajib keluar. Kondisinya aman tidak ada ancaman tsunami," ujar Sutopo saat memberikan keterangan di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8). 

Baca Juga : Gempa di pulau Lombok, Korban meninggal dunia bertambah menjadi 91 orang

Sutopo menyarankan para wisatawan dan pengelola resort tidak perlu terlalu memaksa untuk meninggalkan Gili. Ia pun mempersilakan para wisatawan yang memilih untuk tetap berada di Gili sampai situasi benar-benar normal. 

"Jadi kalau wisatawan akan tetap memperpanjang tinggal di Gili, silakan. Bagi para pemilik, pengelola dan karyawan resort juga tidak harus keluar dari kawasan tiga Gili. Lebih baik kami menyarankan mereka tetap berada di sana," katanya. 

Disebutkan hingga Senin sore tadi, 358 Wisatawan Asing dan Domestik Berhasil Dievakuasi dari 3 Gili di Lombok. 

Para wisatawan yang berhasil dievakuasi tersebut terdiri dari 208 wisatawan asing dan 150 wisatawan domestik. Proses evakuasi dilakukan dalam lima tahap dengan menggunakan kapal milik Basarnas, Kementerian Perhubungan dan pihak swasta. 

Saat ini, kata Sutopo, masih ada 700 wisatawan asing maupun domestik yang masih berada di Gila Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. 

Menurut Sutopo proses evakuasi tak dapat dilakukan secara serentak sebab terkendala oleh dua faktor. Pertama, terbatasnya jumlah kapal yang dapat digunakan untuk

Berita Terkait