Pabrik Kemasan Plastik Lawang Terbakar, Puluhan Karyawan Sesak Nafas Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Pabrik Kemasan Plastik Lawang Terbakar, Puluhan Karyawan Sesak Nafas Kerugian Capai Rp 2 Miliar Kebakaran di bangunan milik PT Lawangmas Primapack Indonesia, Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (7/8) membuat puluhan karyawannya sesak nafas.(dicky)

MALANG- Kebakaran terjadi di bangunan milik PT Lawangmas Primapack Indonesia, Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (7/8). Butuh waktu  3,5 jam sejak jam 12.30 WIB untuk menjinakkan untuk memadamkan api di pabrik plastik kemasan itu. 

Delapan karyawan dievakuasi dari dalam pabrik dengan mobil ambulans akibat sesak napas. 

Sulton, salah seorang karyawan PT Lawangmas Primapack Indonesia mengatakan sumber api berasal dari bagian tengah pabrik. Yakni di gudang produksi plastik. 

“Sebelum terbakar, sempat terdengar ledakan sebanyak enam kali. Kemudian, api cepat membesar,” jelas Sulton. 

Ia mengatakan, banyak karyawan yang mengalami sesak napas akibat asap dari kebakaran tersebut. Bau asap  menyengat. Disebutkan jumlah karyawan pabrik ini sangat banyak, sampai ratusan orang. Selain itu, lokasi pabrik mencakup di dua kecamatan. Yakni sisi selatan pabrik berada di Desa Randuagung Kecamatan Singosari, sedangkan sisi utara pabrik di Desa Bedali, Kecamatan Lawang. 

“Pabrik sangat luas. Karena itu saya agak kesulitan saat menyelematkan diri. Apalagi selain banyak asap yang membuat sesak napas, kondisi dalam pabrik juga gelap lantaran listrik dimatikan,” terangnya.

Mobil PMK dari Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu dan PMK milik Bentoel Grup dikerahkan memadamkan api.  Sejumlah karyawan yang alami sesak napas  mendapat perawatan dari PMI Kabupaten Malang dan Puskesmas Ardi Mulyo, Singosari. 

Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (PPBK) Satpol PP Kabupaten Malang Goly Karyanto mengatakan, penyebab kebakaran karena listrik statis. 

“Efek dari listrik statis di salah satu mesin pabrik menyebabkan korsleting lalu percikan api menimbulkan kebakaran,” katanya di lokasi kebakaran.

Akibat peristiwa ini diperkirakan kerugian sekitar Rp 2 miliar. Kerugian tersebut terdiri dari, mesin cetak plastik terbakar, mesin press juga hangus. Selain itu berbagai bahan kimia untuk produksi tak bisa digunakan lagi. (big/van) 

Berita Terkait

Baca Juga