Merasa Dikhianati, Demokrat Keluar dari Koalisi Gerindra

  • 2018-08-10
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1697
Merasa Dikhianati, Demokrat Keluar dari Koalisi Gerindra Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyatakan partainya tak lagi berkoalisi dengan Prabowo di Pilpres 2019.(dok.cnn-indonesia)

JAKARTA-Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyatakan partainya tak lagi berkoalisi dengan Prabowo di Pilpres 2019. Ditulis lewat cuitannya di akun twitternya, Ani juga menyebut Ketua Umum Partai Gerindra telah mengkhianati komitmen koalisi dengan cara memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019. 

"Prabowo terpaksa mengkhianati komitmen untuk menang seperti saat pertama kali bertemu Demokrat sebulan lalu. Partai Demokrat. Sayangnya alasan pengkhianatan yang menyangkut persoalan hidupnya itu dikemukakan jelang akhir pendaftaran. Ini soal aib yang tak perlu kami jelaskan," kicau Andi di akun twitternya @AndiArief, Jumat (10/8).

Kicau sebelumnya Andi menjelaskan bahwa Demokrat menolak Sandiaga menjadi cawapres Prabowo karena baik Prabowo maupun Sandi sama-sama berasal dari Partai Gerindra. Fakta itu disebut Andi melanggar etik koalisi.

Andi mengatakan partainya pun belum bisa menerima penjelasan dari Prabowo yang tidak memilih Agus Harimurti Yudhoyono karena ada PAN dan PKS menolak.

Andi menulis itu sebelum SBY bertemu Prabowo semalam. Andi pun mengatakan partainya masih membuka dua opsi bagi Prabowo untuk memulihkan koalisi. 

Opsi pertama, kembali ke komitmen atau janji Prabowo yang meminta AHY cawapres karena faktor elektabilitas. Opsi kedua mencari figur alternatif untuk dibicarakan bersama dengan mempertimbangkan kemungkinan mengalahkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dua opsi itu tak digubris Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu tetap mendeklarasikan Sandi sebagai cawapresnya. Pukul 00.00 WIB, Andi melanjutkan kicaunya dengan menyatakan bahwa Demokrat tak lagi berkoalisi dengan Prabowo di Pilpres 2019.

"Penyebabnya karena Pak Prabowo mengkhianati kehendak dan janjinya di dua hari menjelang 10 Agustus 2018. Jenderal Kardus belum berubah, dia masih seperti yang dulu," tulis Andi.

Andi mengatakan Demokrat tak mempersoalkan penghianatan Prabowo itu. Dia menyebut langkah itu terpaksa ditempuh Prabowo karena menyangkut keadaan hidupnnya. Namun, Andi menegaskan bahwa Demokrat tetap harus mengambil langkah untuk tidak bersama Gerindra.

Di kicau penutupnya Andi mengatakan Demokrat tetap

Berita Terkait

Baca Juga