Bawaslu Akan Panggil Pihak Terkait Kasus Dugaan Mahar Politik Rp 500 M | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Bawaslu Akan Panggil Pihak Terkait Kasus Dugaan Mahar Politik Rp 500 M

  • 14-08-2018
  • Editor :junaedi
  • dibaca :38246
Bawaslu Akan Panggil Pihak Terkait Kasus Dugaan Mahar Politik Rp 500 M Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar (dok.tempo.co)

JAKARTA-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyatakan akan memanggil sejumlah pihak yang  terkait dengan kasus dugaan mahar politik senilai Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN.

"Bawaslu akan klarifikasi, para pihak yang diduga akan dipanggil secara patut dua hari kerja. Enggak ada lagi alasan untuk Bawaslu. Bawaslu harus siap tindaklanjuti ini," kata Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di kantornya, Jakarta, Selasa (14/8).

Fritz tidak menyebut secara gamblang siapa saja pihak yang akan dimintai keterangan. Dia hanya menegaskan Bawaslu berwenang mengundang para pihak terkait dalam rangka menggali informasi selengkap mungkin terkait dugaan pelanggaran.

"Dan kami berharap para pihak yang diundang hadir dan enggak menolak undangan Bawaslu, sehingga yang enggak jelas kita pertegas," tutur dia.

Fritz menjelaskan partai politik dilarang menerima imbalan dalam proses pencalonan capres-cawapres. Hal itu diatur dalam Pasal 228 Undang-Undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Di sana disebutkan bahwa partai politik yang terbukti menerima imbalan tidak dapat mengusung capres-cawapres pada Pilpres selanjutnya, yakni 2024. Namun, sanksi itu hanya bisa diberikan ketika sudah ada putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap.

"Sekarang Bawaslu bertugas, apa memang benar ada pemberian dan pemberian untuk capres. Itu dulu," ujar Fritz.

Polemik mahar dalam proses pencalonan capres-cawapres dalam koalisi Gerindra muncul setelah dilontarkan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. 

Andi melalui akun twitternya menuding Sandiaga Uno memberikan Rp500 M kepada PKS dan PAN terkait pencalonan dirinya dengan Prabowo Subianto.

PKS dan PAN tak tinggal diam. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membantah tudingan tersebut. Bahkan, dia menganggap tudingan Andi sebagai hoaks dan informasi sampah.

Terpisah, Direkutur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin menantang Andi membuktikkan ucapannya. Jika tidak, maka Andi disebutnya hanya melontarkan fitnah belaka.

Polemik belum berhenti sampai disitu. Rumah Relawan Nusantara The Presiden Centre Jokowi-Ma'ruf melaporkan dugaan mahar tersebut ke Bawaslu. Sekjen Rumah


BERITA TERKAIT