Mengurai Kemacetan Lawang, Contohlah Pasar Blimbing

Mengurai Kemacetan Lawang, Contohlah Pasar Blimbing

Masalah kemacetan di  wilayah Malang Utara terutama Lawang semakin hari semakin meresahkan. Meskipun demikian bukan tidak ada cara untuk mengurai kemacetan tersebut.

Pakar transportasi Universitas Widyagama Malang Ir Aji Suraji MS mengatakan, harus ada keberanian untuk menata PKL yang memakan sebagian jalan di depan pasar Lawang.

Suraji menyebut penataan PKL di depan pasar merupakan salah satu cara untuk memacahkan masalah pelik ini.’’Harus ada tindakan untuk menertibkan PKL di depan pasar Lawang, kalau ingin menyelesaikan kemacetan,’’ ujar Suraji dalam dialog Ijen Talk di Radio City Guide.

Dia menyontohkan tindakan Pemkot Malang ketika menertibkan PKL di depan pasar Blimbing, lima tahun lalu. Kala itu sebagian jalan di depan pasar dipakai PKL berjualan. Akibatnya, jalan tersebut macet terutama saat pagi hari. Pemkot Malang kemudian menertibkan PKL dengan memasukkan mereka berjualan di dalam pasar.

Hal yang sama, menurut dia, bisa dilakukan terhadap PKL pasar Lawang. Tapi sebelumnya harus dilakukan sosialisasi kepada para PKL dan pembenahan lokasi yang akan digunakan relokasi. ‘’PKL itu harus dipindah ke dalam, dengan tempat yang lebih baik sehingga mereka tidak rugi di tempat baru,’’ jelasnya.

Road side activity di depan pasar Lawang diyakini sebagai salah satu penyebab kemacetan, selain ada masalah lain. Misalnya, angkutan umum yang ngetem dan U Turn yang terlalu dekat. ‘’Kalau road side ectivity itu dihilangkan, saya optimis bisa mengurangi kemacetan sampai 30 persen,’’ tegasnya.

Masalah lain, kata dia, U Turn, atau pemisah jalan yang dibuka untuk berbelok dan berputar. Saat ini di Lawang banyak U Turn yang justru menjadi penyebab kamacetan. Untuk itu dia mengusulkan agar jarak masing-masing U Turn itu diperpanjang, minimal 2 Km. Selama ini U Turn di Lawang jaraknya terlalu dekat, hanya beberapa puluh meter yang menyebabkan jalan kendaraan tersendat.

Untuk mengurai kemacetan, U Turn di sekitar pasar harus ditutup.

Berita Terkait

Baca Juga