Wadah Pegawai (WP) KPK Kritik Mutasi 14 Pegawai

  • 2018-08-16
  • Editor :husnun
  • dibaca :1787
Wadah Pegawai (WP) KPK Kritik Mutasi 14 Pegawai Ilustrasi Gedung KPK

JAKARTA - Rencana rotasi terhadap 14 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapat kritik dari Wadah Pegawai (WP) KPK lantaran dinilai tak transparan dan menyalahi aturan yang berlaku.
Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan rencana rotasi terhadap 14 pegawai merupakan hal alami yang terjadi dalam setiap organisasi. Ia memastikan rotasi yang dilakukan bukan dengan menarik orang dari luar lembaga untuk menggantikan posisi pegawai yang terkena rotasi.


"Karena kan yang namanya rotasi itu sangat alamiah, meskinya dua tahun sekali dilakukan rotasi," kata Agus.
Agus mengungkapkan salah satu alasan pihaknya melakukan rotasi lantaran ada pegawai yang sudah delapan tahun menempati posisinya. Sehingga butuh penyegaran dengan menempatkan para pegawai yang sudah lama pada posisi yang baru.


Agus, menyebut rencana rotasi kali ini dilakukan agar aturan mengenai pemindahan posisi bisa berjalan.
"Udahlah orang-orang ini mungkin kerjanya tidak seperti yang kami harapkan. Oleh karena itu dilakukan rotasi supaya aturan itu nanti cepat dimunculkan," ujarnya.
Agus mengklaim telah mendengarkan pandangan pengurus WP KPK sebelum melakukan rencana rotasi ini. Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) itu menyebut aturan mengenai rotasi ini juga telah sesuai dengan masukan dari WP KPK.
"Kami dengarkan. Aturannya kemudian kami penuhi. Aturannya sudah ada," kata dia.


Agus menyebut salah satu pegawai yang terkena rotasi adalah yang menempati posisi direktur. Menurutnya, perpindahan yang terjadi adalah pertukaran posisi antara direktur yang satu dengan direktur yang lain. Sehingga hal tersebut, kata Agus, tak perlu dipermasalahkan.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan selain posisi direktur, posisi lain yang terkena kebijakan rotasi dari pimpinan KPK di antaranya setingkat kepala biro dan kepala bagian. Namun, kata Febri keputusan rotasi ini masih dibahas di tingkat pimpinan KPK.
"Yang terkena rotasi posisi setingkat direktur, kepala biro, dan kepala bagian. Masih proses

Berita Terkait

Baca Juga