Pemerintah Akan Batasi Impor Beras, Gula, Hingga Ponsel

  • 2018-08-25
  • Editor :junaedi
  • dibaca :15413
Pemerintah Akan Batasi Impor Beras, Gula, Hingga Ponsel ilustrasi ekspor impor.(ist)

JAKARTA-Pemerintah tengah mengkaji 900 komoditas yang akan dibatasi jumlah impornya pada tahun ini. Kebijakan ini akan dilakukan demi menurunkan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD). 

Jumlah komoditas ini meningkat dari proyeksi awal sekitar 500 komoditas. Dikutip dari cnnindonesia, beberapa komoditas yang masuk dalam radar pembatasan impor merupakan bahan pangan. 

Produk tersebut di antaranya, beras, gula, garam, produk hortikultura, hewan dan produk hewan, hingga produk kemasan kedap udara. 

Selain itu, pemerintah juga berencana membatasi impor minyak dan gas (migas), tabung gas tiga kilogram, kaca lembaran, besi dan baja, semen, bahan baku plastik, minuman beralkohol, hingga telepon seluler (handphone).

Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan komoditas yang nantinya akan dibatasi jumlah impornya oleh pemerintah merupakan komoditas yang sejatinya bisa dihasilkan di dalam negeri. 

"Misalnya garam, gula, dan beras itu memang masih kurang jumlah produksinya, tapi bisa dipacu jumlahnya dengan menaikan produksi di dalam negeri," ucap Benny dalam laman cnnindonesia.com, Sabtu (25/8). 

Meski begitu tuturnya, memang pemerintah harus berhati-hati dalam menetapkan pembatasan impor komoditas. Pembatasan impor, menurut dia, dapat menimbulkan kenaikan harga atau inflasi tinggi jika ternyata produksi di dalam negeri tak bisa memenuhi kebutuhan permintaan.

"Tapi kalau bisa ditutup, itu tidak akan inflasi, kecuali inflasi disebabkan oleh kurs rupiah terhadap dolar AS (yang sedang tinggi)," katanya. 

Di sisi lain, pemerintah juga harus matang meninjau dampak dari pembatasan impor tersebut terhadap pertumbuhan industri di dalam negeri. Maklum, beberapa barang yang sedang ditinjau untuk dibatasi impornya merupakan bahan yang dibutuhkan industri lokal. 

"Tapi sebenarnya dampaknya bagi pengusaha dalam negeri ini bisa mendapatkan pasar yang lebih pasti. Meski, importir tentu berkurang volume impornya," terangnya. 

Senada, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani meminta pemerintah mempertimbangkan dengan mata rencana pembatasan impor itu. Ia khwatir pembatasan impor dapat

Berita Terkait

Baca Juga