Ribua Warga Rela Antre Berjam-jam Demi Paket Sedekah Bumi di Klenteng Eng An Kiong | Berita Hari ini

Ribua Warga Rela Antre Berjam-jam Demi Paket Sedekah Bumi di Klenteng Eng An Kiong

  • 2018-08-25 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3433
Ribua Warga Rela Antre Berjam-jam Demi Paket Sedekah Bumi di Klenteng Eng An Kiong Rayakan Sedekah Bumi, umat Konghucu di Klenteng Eng An Kiong, bagikan ribuan paket beras dan mi instan.(ipunk)

MALANG-Ribuan warga rela antre berjam-jam demi beras dan mi instan yang dibagikan gratis Yayasan Eng An Kiong, Sabtu (25/8). Kegiatan Sedekah Bumi yang digelar di Klenteng Eng An Kiong itu sudah berlangsung selama 193 tahun berturut-turut.  

Warga rela menunggu sejak jam 06.00 WIB. Padahal pembagian beras dan mi itu baru dimulai jam 08.30 WIB. 
 
Penerima di acara sedekah bumi ini, umumnya warga dari wilayah di pinggiran kota. Seperti Wonokoyo dan Buring, Kecamatan  Kedungkandang.  

Winarni salah satunya. Warga Wonokoyo itu rela datang ke Klenteng Eng An Kiong sejak jam 06.00 WIB. ”Mulai pagi di sini, sama warga yang lain. Antre di depan pintu belakang, ’’ katanya. 

Ia datang bersama dua anaknya. Itu karena pihak yayasan membagikan sembako sesuai jumlah kepala. Sehingga saat Winarni datang dengan dua anaknya, maka wanita yang bekerja serabutan ini praktis mendapatkan tiga paket sembako. 

”Ya senang, kegiatan ini membantu kami keluarga tidak mampu,’’ katanya seraya menyebut jika setiap tahunnya ia selalu melakukan hal sama.


Sedekah Bumi yang dilakukan umat Konghucu ini, merupakan wujud syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa. ''Karena atas karunianya, kami mendapatkan rizki yang berlimpah, dan limpahan rizki itu dikembalikan lagi kepada umat,’’ jelas Humas Yayasan Klenteng Eng An Kiong Anton Tridjono. 

Pria yang akrab disapa Bunsu Anton ini menjelaskan, Sedekah Bumi digelar sejak Klenteng Eng An Kiong dibangun, tahun 1825. Awalnya sedekah bumi ini digelar hanya untuk umat. Selanjutnya berkembang untuk warga yang membutuhkan. 

”Prioritasnya adalah warga kurang mampu. Kami memberikan tiap kepala, termasuk ibu yang mengandung, akan dapat dua paket, karena dalam perutnya sudah ada kepala,’’ ungkapnya.

Sedekah Bumi saat ini kata Bunsu Anton, jumlah paket sembako yang disiapkan berkurang dibanding tahun sebelumnya. Alasannya, karena jumlah penduduk miskin di wilayah Malang Raya. 

Tahun ini disiapkan 7.000 paket

Berita Terkait

Baca Juga