Faktanya, Cadangan Beras Masih Sangat Cukup, Masih Perlu Impor 2 Juta Ton? | Berita Hari ini

Faktanya, Cadangan Beras Masih Sangat Cukup, Masih Perlu Impor 2 Juta Ton?

  • 2018-08-27
  • Editor :goly
  • dibaca :22968
Faktanya, Cadangan Beras Masih Sangat Cukup, Masih Perlu Impor 2 Juta Ton? Ilustrasi Beras Bulog

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution akan memanggil sejumlah menteri terkait soal kebijakan beras. Sebab, kebijakan impor beras lagi-lagi menimbulkan polemik antar kementerian.


Tercatat, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memberikan izin impor beras tahap ketiga dengan total impor hingga September 2018 sebanyak 2 juta ton. Di satu sisi, stok beras nasional menurut data Kementerian Pertanian cukup.


Anggota DPR Komisi IV Firman Soebagyo mengkritik langkah pemerintah yang memberikan izin impor beras tahap ketiga dengan total impor hingga September 2018 sebanyak 2 juta ton.
“Ini yang kemarin saya protes juga. Jangan sampai ini hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. Apalagi kita melihat ini jelang pemilu. Sebab faktanya, cadangan beras kita masih sangat cukup,” ujar Firman di Jakarta.


Dia sendiri mempertanyakan, mengapa setiap kali menjelang pemilu terjadi kebijakan yang sifatnya mepet. “Sedangkan ini yang kemarin juga saya lakukan protes. Pertama pemerintah/ kemendag menjelang pemilu masa-masa intensitas tinggi. Kemudian konstituen,” katanya.


Petani, lanjut Firman , selama ini merasa belum nyaman dengan kebijakan Kemendag. Selalu mepet-mepet dan itu bertentangan dengan UU Pangan. Impor itu sesuatu yang tidak dinafikan, diperbolehkan selama cadangan nasional tidak mencukupi.
“Memang diperbolehkan, tapi dengan catatan diperbolehkan selama cadangan nasional tidak mencukupi atau produksi pangan nasional dianggap tak mencukupi. Sementara cadangan saat ini sudah lebih dari cukup. Kenapa dipaksakan dan dilakukan. Seolah-olah memaksakan kehendak,” ujarnya.


Menurut dia, Komisi IV tidak pernah memberikan rekomendasi untuk impor beras sehingga kemungkinan ada kepentingan.
“Kita sendiri (Komisi IV) tidak tahu. Apakah karena ini menjelang pemilu atau bagaimana. Ini sepertinya sudah menjadi budaya. Kalau kita melihat ke belakang atau referensi jelang Lebaran kemarin, Bulog jelas menolak impor. Faktanya tercukupi dan tidak terjadi gejolak harga yang berarti produksi nasional lebih dari cukup,” jelasnya.


Dia menambahkan, jika impor tetap

Berita Terkait

Baca Juga