Faktanya, Cadangan Beras Masih Sangat Cukup, Masih Perlu Impor 2 Juta Ton?

  • 2018-08-27
  • Editor :goly
  • dibaca :18433
Faktanya, Cadangan Beras Masih Sangat Cukup, Masih Perlu Impor 2 Juta Ton? Ilustrasi Beras Bulog

diberikan, maka yang dikorbankan adalah kalangan petani. “Padahal, setiap kebijakan impor mau dilakukan harus berdasarkan regulasi, dalam hal ini Undang-Undang Pangan yang mana, impor dibolehkan selama cadangan nasional tidak mencukupi atau produktivitas rendah karena gagal panen dan sebagainya,” pungkas dia.


Terpisah, pejabat Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Siti Kuwati yang dikonfirmasi perihal rencana impor beras tersebut menyatakan bukan menjadi kewenangan Perum Bulog.
“Kita tidak tahu kalau ada impor lagi. Tapi yang jelas, itu bukan menjadi wewenang Perum Bulog,” ujarnya singkat.


Menurut Karim, pengamat ekonomi pertanian Universitas Trilogi, luas tanam padi yang bertambah sejak tiga tahun terakhir atau periode 2015 hingga 2018. Upaya ekstensifikasi tanaman padi yang digalakkan terbukti mendukung pertumbuhan produksi padi untuk beras.
"Ada ekspansi lahan tanam padi yang disasar Amran, itu jadi upaya yang bagus agar menjaga stabilitas pangan Indonesia melalui padi dan beras," ujar Karim di Jakarta, Senin (27/8/2018).


Karim menuturkan, dari bertambahnya luas tanam padi sejak tiga tahun terakhir sebenarnya bisa dijadikan acuan apakah impor beras masih diperlukan atau tidak.
"Seharusnya data produksi padi lokal dari Kementerian Pertanian yang dijadikan rujukan untuk melihat ketersediaan stok beras kita," ungkap Karim.


Berdasarkan data yang dihimpun, luas tanam padi periode Oktober 2015 hingga September 2016 adalah 15.512.181 hektare. Angka itu meningkat menjadi 15.863.244 hektare periode Oktober 2016 sampai September 2017.
Jumlah luas tanam padi semakin menanjak di periode Januari hingga Juni 2018 menjadi 18.334.855 hektare. Dukungan meningkatkan luas tanam padi tersebut ditunjang juga dengan dibagikannya 300 ribu alat mesin pertanian pada tahun ini.
Bahkan tercatat, Indonesia telah melakukan ekspor beras pada tahun 2014 sebanyak 136 ton. Kemudian tahun 2015 bertambah menjadi 152 ton beras.
Tahun 2016, Indonesia melakukan lagi ekspor beras berjumlah 84 ton dan 2017 sebesar 3.434 ton. Sedangkan periode Januari sampai Juli 2018, Indonesia telah melakukan ekspor beras 3.079 ton.


Menurutnya, kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajarannya patut diapresiasi dalam menjaga stabilitas ketersediaan produksi padi nasional. Capaian hasil kerja Amran menjaga produksi padi dinilai amat jelas.


Amannya produksi padi nasional menandakan kebutuhan pangan Indonesia, khususnya beras, juga terjaga dengan baik ke depannya. Salah satu indikatornya dari panen raya yang berlangsung beberapa waktu lalu dapat dikategorikan berhasil.  (Oke)

Berita Terkait

Baca Juga