Data Tidak Jelas , Puluhan Ribu Warga Kota Malang Belum Rekam e-KTP

Data Tidak Jelas , Puluhan Ribu Warga Kota Malang Belum Rekam e-KTP Ilustrasi Rekam e-KTP di Kota Malang (Foto: Ipunk)

MALANG - Dari total 695.002 jiwa wajib rekam e-KTP di Kota Malang, hingga saat ini baru 638.734 jiwa penduduk yang melakukan perekaman dan diproses oleh Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang. Artinya terdapat 56.268 warga Kota Malang yang belum melakukan perekaman.

Salah satu penyebab belum dilakukannya perekaman oleh puluhan ribu warga Kota Malang ini disebabkan salah satunya karena data tidak jelas atau tidak dapat diidentifikasi. Hal ini disampaikan Sekretaris Dispendukcapil Kota Malang Slamet Utomo saat ditemui di kantornya.
“Iya ada anomali data kalau kita sebut,” jelas Slamet.


Ia menjelaskan data yang masuk dari pusat tersebut tidak dapat diidentifikasi oleh pihak kependudukan Kota Malang. Seperti ketika di cek nama yang tertera dengan alamat yang masuk tidak dapat ditemukan. Ada pula yang masuk dalam data ternyata sudah pindah tempat tinggal.
Ada pula yang datanya tidak dapat diverifikasi karena masuk dalam data kependudukan di daerah lain. Hal ini masih dikatakan wajar oleh Slamet karena sistem database bisa saja terjadi kesalahan. Maka dari itu warga diharapkan langsung mendatangi kantor kependudukan jika memang terjadi kesulitan.


“Selain anomali data tadi ada pula mereka yang belum rekaman karena sedang bekerja di luar negeri atau sekolah di luar. Jumlahnya juga lumayan banyak,” tandas Slamet.
Ia menjelaskan lagi upaya menjemput bola tetap dan terus dilakukan pihaknya. Akan tetapi warga Kota Malang sepertinya masih belum antusias dengan hal tersebut. Pasalnya tiap Sabtu dan Minggu, mobil keliling Dispendukcapil Kota Malang berkeliling ke tempat strategis atau pinggira kota untuk memberikan pelayanan.


Akan tetapi antusiasme warga tidak begitu besar. Sedikit banyaknya, warga yang terjaring melakukan perekaman berjumlah tidak lebih dari 10 orang.
“Yang sebenarnya banyak terjaring perekaman adalah anak-anak di sekolah. Mereka adalah penduduk baru yang wajib KTP karena umur sudah cukup. Ini

Berita Terkait

Baca Juga