De Bamboo Kawinkan Citarasa Masakan dan Suasana Alam

  • 2018-08-28 penulis : kerisdianto
  • Editor :junaedi
  • dibaca :5558
De Bamboo Kawinkan Citarasa Masakan dan Suasana Alam De Bamboo, salah satu tempat kuliner di Kota Batu menawarkan kosep nuansa bambu dan pemandangan alam.

BATU - Wisata kuliner di Kota Batu kian beragam saja. Bukan hanya menu masakan yang disajikan tetapi tempat dan dekorasi ruang pun menjadi andalan.

Ini contohnya, De Bamboo, tempat kuliner yang berada di Jalan Panglima Sudirman. Menyajikan konsep alam, membuat tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung pada weekday maupun weekend. 

De Bamboo memiliki konsep unik. Yakni interior terbuat dari bambu. Tempat kuliner ini memiliki hiasan bambu mulai pintu masuk, penyangga atap hingga beberapa spot selfie yang dimiliki.

Devi Kumala, salah satu pengunjung asal Kota Surabaya mengatakan, dia tertarik mendatangi De Bamboo karena konsep unik yang ditawarkan. 

"Saya baru pertama kali datang ketempat ini. Tempatnya asik, terutama bangunan tradisional terbuat dari bambu," ujar Devi, Minggu (27/8).

Menurut Devi, selain tempat yang nyaman, pengunjung bisa melihat pemandangan Gunung Arjuna sembari menikmati hidangan. 

"Pemandangan pegunungan dan areal pertanian sangat bagus. Ini sangat langka di daerah lain," bebernya.

Sementara General Manajer De Bamboo, Alfarizi Ananda, mengatakan, pusat kuliner yang digunakan untuk 350 orang tersebut didirikan sejak 2017 lalu. 

Ia sengaja membawa konsep yang ramah lingkungan karena ingin mendekatkan pengunjung dengan alam.

"Kota Batu identik dengan alam dan pemandangan indah serta udara sejuk. Karena itu kami ingin mengajak wisatawan untuk menikmatinya De Bamboo lengkap dengan sajian kulinernya,'' katanya.

Andalannya menu di tempat ini katanya, adalah gurami. ''Semua ikan yang ada di tempat ini fresh karena kami ambil dari kolam sendiri," bebernya.

Saat weekend, pengunjung bisa menikmati musik akustik. Pihaknya juga menawarkan beberapa spot selfie hingga paket wedding. 

"Untuk harga, minuman mulai dari Rp 15 ribu, sedangkan makanan kami membuka dari Rp 50 ribu. Tiap weekend, tempat kami penuh pengunjung rata-rata 250-300 orang," pungkasnya. (eri/feb)
 

Berita Terkait

Baca Juga