Polda Jatim Grebek Gudang Beras Mentari Palsu di Kota Malang

  • 2018-08-30
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4308
Polda Jatim Grebek Gudang Beras Mentari Palsu di Kota Malang Tersangka Hariyono (insert) dan sejumlah beras kemasan merek Mentari palsu sebagai barang bukti.(ist)

MALANG- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menggerebek gudang beras merek Mentari palsu di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

"Modusnya menggunakan merk Mentari tanpa hak atau seizin pemegang hak merk. Yang terdaftar dan memproduksi atau memperdagangkan beras dengan label dan harga premium namun isinya setelah diuji laboratorium tergolong beras medium," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera saat press release, Kamis (30/8) di Polda Jatim.

Barung menjelaskan, penyidik telah melakukan uji mutu di Laboratorium UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang - Lembaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur.

Menurutnya, gudang beras itu milik perusahaan UD MRI/Leo Jaya milik Hariyanto, 49,  warga Jalan Ikan Piranha, Kota Malang.

Penggerebekan dilakukan bulan Agustus ini. Polisi berhasil menyita 592 sak beras beras dengan masing saknya seberat 25 kilo. Kemudian ada juga sepuluh sak beras ukuran lima kilo.

Selain itu ada juga 4.005 lembar sak beras yang belum diisi serta dua lembar nota penjualan beras merek Mentari. Jika dinominalkan semuanya diperkirakan mencapai Rp 140 juta.

Disebutkan, kasus ini dilaporkan ke Polda Jatim oleh produsen beras merek Mentari. Produsen beras CV Jodo asal Kediri ini merasa tidak memasarkan berasnya di Malang.

Namun, di Malang ternyata banyak ditemui beras merek Mentari dengan kualitas yang bukan premium.

CV Jodo kemudian memperkarakan kasus ini dengan membuat laporan ke Polda Jatim. 

Sesuai peraturan Menteri Pertanian Nomor : 31/PERMENTAN/PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras. Hasilnya beras yang diproduksi CV MRI masuk kategori medium hanya saja dengan kemasan premium.

Akibat mengedarkan beras premium palsu ini Hariyanto dijerat pasal berlapis oleh penyidik. Yaitu, Pasal 100 (1) atau (2) UU No.20 Tahun 2016 tentang Merk, Pasal 102   UU No.20 Tahun 2016 tentang Merk dan indikasi Geografis, Pasal 144  UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 62 (1) Jo. Pasal 8  (1)

Berita Terkait

Baca Juga