Erick Thohir Yakinkan Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Olimpiade

  • 2018-09-01
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3865
Erick Thohir Yakinkan Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Olimpiade Erick Thohir.(dok.antara)

JAKATA- Indonesia membidik tuan rumah Olimpiade 2032 diyakini Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, akan terwujud. Asal semua terus terlibat dan berbenah. 

"Kami optimistis bisa. Kalau tidak yakin, mengapa kami tetap berusaha menggelar Asian Games kendati hanya dua tahun persiapan," kata Erick dalam jumpa pers di Main Press Centre (MPC) Asian games, Jakarta Convention Center, Senayan, Sabtu (1/9).
 
Indonesia berhasil dalam menyelenggarakan Asian Games 2018. Meski muncul beberapa masalah saat pagelaran. Di antaranya manajemen tiket dan merchandise dan promosi. 

Itu tidak menyurutkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk merencanakan mengikuti pertarungan menjadi tuan rumah olimpiade. 

Jokowi, bahkan sudah mengutarakan rencana itu dalam pertemuan dengan Presiden International Olympic Comiittee (IOC), Thomas Bach, dan Presiden Olympic Council of Asia (OCA), Sheik Ahmed Al-Fahad Al-Ahmed Al-Sabah, di Istana Bogor, Sabtu (1/9). 

Erick Thohir juga hadir dalam acara itu, mengakui Indonesia perlu untuk melakukan pembenahan agar bisa memenangi pengajuan itu. 

Erick, yang juga ketua panitia pelaksana Asian Games (INASGOC) meminta agar pengurus cabang olahraga lebih aktif menggelar kejuaraan bertaraf internasional. Dengan demikian, Indonesia semakin terbiasa dalam menyelenggarakan sebuah ajang olahraga. 

Sebagai contoh, cabang olahraga basket telah memenangkan bidding tuan rumah Piala Dunia Basket 2023 bersama Filipina dan Jepang. 

"Kami tidak pernah tahu bagaimana prosesnya. Tapi, saya berharap ketua pengurus cabang lainnya agresif untuk mengajukan tuan rumah event besar. Kita punya sejumlah venue yang berkualitas. Palembang salah satu kota yang terus berkelanjutan menjadi tuan rumah event besar," katanya.

"Venue ini kan ibarat hardware. Nah, jika software, sistemnya, tidak berjalan orang bakal lupa. Kita harus mengadakan event bukan hanya kebutuhan venue. Tapi bagaimana masyarakat Indonesia bisa untuk bisa bersaing dengan asing secara damai," dia menambahkan. (detik.com)

Berita Terkait

Baca Juga