Parpol di Malang Ngebut Ganti Kadernya di DPRD yang Tersandung Kasus Korupsi

Parpol di Malang Ngebut Ganti Kadernya di DPRD yang Tersandung Kasus Korupsi 22 anggota DPRD Kota Malang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oelh KPK.(dicky)

MALANG-Partai politik (parpol) di Kota Malang merespon cepat anggotanya yang tersandung kasus korupsi di DPRD setempat. Mereka menyiapkan anggotanya untuk pergantian antar waktu (PAW).

Langkah cepat itu menyusul pengumuman resmi KPK terkait 22 orang tersangka baru kasus gratifikasi anggota dewan terkait pengesahan perubahan anggaran belanja daerah tahun anggaran 2015, Senin (3/9).

Parpol segera melakukan proses PAW lantaran KPK juga langsung menahan 22 anggota dewan itu.

Dari 22 dewan tersangka baru, hanya Afdal Fauza yang sampai berita ini diturunkan belum ditahan. Komisi C itu jatuh sakit dan harus mendapat perawatan. 

Sekretaris DPC PKB Kota Malang M. Zamroni Sofyan memastikan telah siapkan langkah untuk mengatasi kekosongan dewan dengan melakukan proses PAW. 

“Kami akan secepatnya melakukan proses PAW karena ini mendesak. Menyangkut kinerja DPRD Kota Malang,” jelas Zamroni. 

Selain mengganti anggota Fraksi PKB yang terjerat  kasus, juga disiapkan bantuan pendampingan hukum. Anggota Fraksi PKB yang ditahan sejak semalam yakni Mulyanto. 

Sebelumnya, awal April lalu KPK juga menahan empat anggota Fraksi PKB. Yakni HM Zainuddin, Imam Fauzi, Sahrawi dan Abd Rachman.  

PDI Perjuangan juga melakukan hal sama. Proses PAW segera dilakukan. “Ya baru diproses (anggota dewan pengganti) nantai segera kita ajukan ke DPD Jatim dan DPP PDI Perjuangan di Jakarta,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Made Rian Diana Kartika.  

Kader PDIP yang terkait dengan kasus ini ada ada lima orang, mereka adalah Erni Farida, Diana Yanti, Hadi Susanto SH, dr. Teguh Mulyono dan Arief Hermanto. Mereka juga telah telah mengundurkan diri bakal caleg.  

“Mereka sudah mundur semua. Yang laki-laki tak bisa diganti dengan kader lain. Tetapi kalau yang perempuan bisa,” tandas Made.

PDI Perjuangan rencananya menyerahkan surat PAW untuk empat anggota dewannya yang terkena kasus serupa pada jilid I dan II. Yakni  Suprapto, Abd Hakim, Tri Yudiani dan Arief Wicaksono.

Sementara

Berita Terkait

Baca Juga