Napak Tilas Jejak Raden Trunojoyo di kabupaten Malang

  • 2018-09-08 penulis : rosi
  • dibaca :11602
Napak Tilas Jejak Raden Trunojoyo di kabupaten Malang Prasasti Dermo di wilayah kecamatan Dau kabupaten Malang

MALANG – DESA Mulyoagung, salah satu desa di wilayah kecamatan Dau kabupaten Malang yang menjadi medan kawasan heroik pada masa perang kemerdekaan RI. Lebih dari itu, tak banyak yang tahu, desa Mulyoagung juga telah terbentuk pada masa kerajaan Mataram 1.


Mengulas napak tilas sejarahnya, desa Mulyoagung tak lepas dari keberadaan kampung Siman pada tahun 1.110 Masehi. Mbah Siman seorang asli Ponorogo yang memulai babat alas (hutan), atas perintah sesepuhnya bernama Raden Sastro Darmo yang dikenal dengan sebutan Mbah Jiteng. Sebagai sesepuh yang dihormati, karenanya di gapura masuk jalan durian Dermo tempo dulu, ada tugu yang bertuliskan jalan pujangga.


“Setelah menjadi kampung Siman, baru didirikan ketemenggungan dermo joyo dengan tumenggung Joyo Ningrat,” ungkap Tokoh Masyarakat Desa Mulyoagung, Drs Suratno MSi .


Hutan tersebut mulai dibabat pada hari jumu’ah (jum'at) pahing bulan suro tahun 1.110 M. Suratno membeberkan, belum selesai membabat hutan belantara tersebut, tetapi sudah dipanggil oleh Rajanya agar pulang. Sebab, mendapat tugas lain untuk meredam kerusuhan yang terjadi di wilayah Wengker pada masa itu.
“Babat hutan dilanjutkan oleh Buyut Kamidin, namun untuk mengenang jasanya kampung itu dinamakan kampung siman,” kisahnya.


Sampai masa kerajaan Singosari akhir, ketemenggungan dermo joyo meleburkan diri menjadi kademangan sangkaliyang yang saat ini akrab ditelinga masyarakat sebagai sengkaling. Jejak-jejaknya tentu sudah beralih fungsi menjadi perumahan.
“Batu lingga dihancurkan, pohon rindang dirobohkan, Sumbersewu hanya kelihatan bekasnya saja,” tutur Suratno.


Pada zaman Belanda sekitar tahun 1830 , kademangan Sangkaliyang dipecah menjadi tiga bagian yakni Aris Jetis (Jatimulyo) dipimpin mbah Songet Ngatemi, Aris Jetak dipimpin Raden Trunojoyo, dan Aris Sengkaling dipimpin mbah Katam.
“Jetis peninggalannya belik ijo dan sumber mulyo sejati. Jetak terdapat punden mbah Bawok sekarang sudah menjadi tanah. Begitupula Sengkaling yang jadi perumahan depan gereja

Berita Terkait

Baca Juga