Napak Tilas Jejak Raden Trunojoyo di kabupaten Malang | Berita Hari ini

Napak Tilas Jejak Raden Trunojoyo di kabupaten Malang

  • 2018-09-08 penulis : rosi
  • dibaca :12100
Napak Tilas Jejak Raden Trunojoyo di kabupaten Malang Prasasti Dermo di wilayah kecamatan Dau kabupaten Malang

warga setempat setiap malam satu suro melakukan syukuran dan doa bersama untuk para leluhur. Mbah Sampe mendapat pesan, Malang raya nantinya akan menjadi barometer Indonesia.

Watu Item Jadi Bukti Sejarah
Tinggal berdempetan dengan rumah mbah Sampe, Drs Suratno MSi tak menyangka juga mendapati pesan leluhur tersendiri. Di depan rumahnya, dia menemukan tiga batu hitam atau dalam bahasa Jawanya adalah watu item sebagai tanda bukti Ki Jiteng.


Dia menyebut watu item entenana kamambange watu item, hal ini dimaksudkan seperti cara watu item kamambang (tiba-tiba muncul). Misteri ini dimaknai menguak desa Mulyoagung perlu proses yang panjang dan menunggu garis Maha Kuasa.
“Kemunculan watu item itu, saat dia memiliki ayamnya yang bertelur di depan rumah, batu itu muncul di tanah sesepuhnya yang disebut mbah Candra. Saya kemudian menyimpannya sebagai bukti sejarah,” terang pria kelahiran 1958 itu.


Ki Jiteng memiliki filosofi hidup yang luhur yakni ayo podo sesanti mugiya lestari kang kaesti, mugiyo widodo kang sinedya, mugiyo rahayu kang winengku, sapa kang nandur bakal ngundhuh, sapa kang nyilih kudu balekake, ala ketara, becik ketitik, sabegja-begjane wongkang lali isih begja wongkang eling lan waspada.


Suratno menceritakan pula, di dusun Dermo terdapat satu bangunan Belanda yang masih kuno. Pemiliknya bernama pendeta Isakar yang dibeli dari Tuan Bardo sebagai keturunan Belanda. Hingga saat ini bangunan masih terjaga dan ditempati anak keturunannya.
“Bangunan Belanda didirikan pada 1921 dan dibeli dari tuan Badro pada 1970, hingga kini masih ditempati keturunannya,” imbuh Suratno. (oci)

Berita Terkait

Baca Juga