Curi Motor Ber-GPS, Dua Curanmor dan Penadahnya Asal Pasuruhan Diringkus

  • 2018-09-08 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3045
Curi Motor Ber-GPS, Dua Curanmor dan Penadahnya Asal Pasuruhan Diringkus Dua pelaku Curanmor dan penadahnya yang ditangkap Resmob Polres Makota dan Polsek Lowokwaru Kota Malang.(fino)

MALANG –Tiga orang Komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) asal Pasuruan dibekuk Remob Polres Malang Kota (Makota) Malang, Mereka adalah Ahmad Holilur Rohman, 26, Didik Irawan, 30, serta penadahnya Abdul Ghofur, 37. 


Ketiganya warga Dusun Karangnongko, Desa Karangmenggah Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Kini kasusnya sedang dikembangkan polisi.

Informasi yang dihimpun, Selasa (4/9) jelang tengah malam, Polsek Lowokwaru menerima laporan adanya curanmor motor Honda Beat B 4497 KEY. Peristiwa ini dilaporkan seorang mahasiswi di kampus Universitas Brawijaya (UB) yang menjadi korban. 

Dua pelakunya, beraksi malam hari di halaman parkir gedung Fakutlas Pertanian UB. Korban saat itu memarkir motornya jam 19.00. Dia mengetahui motornya hilang jam 22.00. 

Menerima laporan itu, Polsekta Lowokwaru bekerjasama dengan Unit Resmob Satreskrim Polres Malang Kota (Makota), melakukan penyelidikan.

Hasilnya, sepeda motor yang dilengkapi GPS itu, terlacak hingga ke kawasan Pasuruan. Keesokan paginya, tim gabungan menggerebek rumah penadah Abdul Ghofur dan menemukan motor korban yang hilang. 

Setelah tertangkap, polisi menciduk dua eksekutor curanmornya yaitu Ahmad Holilur dan Didik.

Dari rumah para tersangka, polisi menemukan barang bukti Honda Supra X, N 4753 TBJ yang digunakan untuk mencuri. Ketiganya langsung dikeler ke Polsekta Lowokwaru dan menjalankan penyidikan lanjutan. 


Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Pujiono mengatakan komplotan ini adalah residivis.


“Mereka pernah dipenjara dengan kasus yang sama dan ditangani Lowokwaru juga. Sejak April sampai sekarang, mereka mengaku mencuri di 10 TKP. Tapi, kami masih belum percaya sepenuhnya, sehingga penyidikan terus berlanjut,” ujar Pujiono.  


Dia tidak menampik kemungkinan tentang keterlibatan tiga orang itu sebagai komplotan yang meresahkan kawasan Lowokwaru selama ini.(fin)

Berita Terkait

Baca Juga