Mengaku Paranormal Yang Bisa Mengambil Harta Karun Ternyata Menipu Rp 200 Juta

  • 2018-09-10
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3078
Mengaku Paranormal Yang Bisa Mengambil Harta Karun Ternyata Menipu Rp 200 Juta Tersangka Amar alias Asep dan barang bukti alat penipuannya yang diamankan petugas.(ist)

MALANG - Mengaku sebagai paranormal dan bisa mendatangkan harta karun secara gaib, Amar alias Asep, 54, akhirnya harus berurusan dengan polisi. Warga asal Bandung, Jawa Barat ini, ditangkap karena menipu Muslih, 53, warga Legok, Kepanjen, Kabupaten Malang. 

"Tersangka kami tangkap di rumah kontrakannya di Desa Panggungrejo, Kepanjen, setelah mendapat laporan dari korban," kata Kanitreskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi, Senin (10/9).  

Kasusnya kini sedang dalam pemeriksaan petugas dan tersangka harus mendekam di tahanan Polsek Kepanjen. Kobannya mengaku mendirta kerugian yang mencapai Rp 200 Juta.

Dijelaskan, kasus ini bermula dari perkenalan tersangka dan korban pada akhir Desember 2017 lalu. Setelah itu, tersangka bermain ke rumah korban. Ia mengatakan sebagai orang pintar atau paranormal. 

Ketika datang ke rumah korban, dengan tipu muslihatnya tersangka mengaku jika di rumah korban banyak harta karun yang tersimpan. Sehingga sangat disayangkan jika tidak sampai diambil. 

Tersangka pun menawarkan jasa untuk mengambilkan harta karunnya. Semula korban tidak percaya. Untuk meyakinkan, tersangka  menunjukkan perhiasan yang diakui diambil dari cara gaib di rumah korban. 

Perhiasan emas belakangan diketahui palsu. Namun tersangka meyakinkan korban dan jika mengambil harta karun itu harus dilakukan dengan ritual. Selain bisa mendatangkan harta karun, tersangka juga mengaku bisa menggandakan uang hingga miliaran rupiah.  

Terus dibujuk, korban pun percaya. Hingga ia menyerahkan sejumlah uang secara bertahap selama sepuluh bulan.  Begitu mendapatkan uang yang diinginkan, korban lantas memberikan 148 perhiasan emas imitasi dalam toples tertutup. Juga 12 buah patung warna kuning emas. 

Satu botol dikatakan berisi perhiasan, padahal berisi batu.  Juga tujuh kardus yang dikatakan berisi uang. Padahal hanya potongan kertas, amplop kosong, beras serta kemasan minuman gelas plastik. Dan satu koper serta satu tas hitam, yang diyakini berisi uang dan tidak akan habis diambil tujuh turunan. 

Semua barang-barang itu, tidak boleh dibuka oleh korban tanpa

Berita Terkait

Baca Juga