Mantan Caleg Nasdem Protes PAW DPRD Kota Malang | Berita Hari ini

Mantan Caleg Nasdem Protes PAW DPRD Kota Malang

  • 2018-09-10 penulis : Fino
  • dibaca :5127
Mantan Caleg Nasdem Protes PAW DPRD Kota Malang Kolik Nuriadi mogok di depan gedung DPRD Kota Malang karena merasa dirinya peraih suara kedua terbanyak setelah M Fadli dan berhak duduk di kursi dewan

MALANG – Keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) DPRD Kota Malang fraksi Nasdem dari M Fadli tersangka KPK, menuju Didik Suprayitno menuai protes. Pihak yang keberatan dengan penetapan Didik sebagai pengisi kursi Nasdem di parlemen Kota Malang, menggelar aksi mogok di depan gedung DPRD Kota Malang, sejak pagi. Yakni, mantan caleg Pileg 2014 Kolik Nuriadi.


“Saya berada di sini karena memperjuangkan suara rakyat yang memilih saya, sejumlah 1348 orang. Sedangkan, yang mengisi kursi fraksi Nasdem di parlemen adalah yang memiliki suara 285 orang,” kata Kolik,saat dikonfirmasi. Kolik, merupakan peraih suara terbanyak kedua di bawah M Fadli dalam Pileg 2014 dapil Lowokwaru.


Usai kalah di Pileg 2014, Kolik mengalami masalah hukum karena diduga melakukan tindak pidana korupsi. Pada 2017 lalu, dia menjadi tahanan Kejari Malang. JPU Anjar Purbo Sasongko SH yang mendakwanya terlibat dalam kasus korupsi yang berkaitan dengan Perda Kota Malang nomor 12 tahun 2000 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan.


Anjar mendakwanya dengan dua pasal primair dan subsidair, dan berkas 44/Pid.Sus-TPK/2017/PN SBY merinci proses persidangan Kolik. Anjar menuntut Kolik dengan penjara 5 tahun. Namun, hakim Tipikor PN Surabaya memvonis Kolik setahun. Anjar melakukan banding lagi, dan keputusan vonis setahun tak berubah.


Dalam kasasi di Mahkamah Agung, permohonan Anjar untuk menghukum Kolik dengan hukuman penjara 5 tahun, ditolak oleh hakim MA pada 31 Juli 2018. Kasusnya sudah inkrah karena jaksa tidak bisa mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Kolik bebas dengan status mantan narapidana korupsi.


Setelah gonjang-ganjing DPRD Kota Malang, kursi fraksi Nasdem Kota Malang kosong setelah M Fadli dipecat dari Nasdem karena tersangka KPK. Dalam prosesnya, nama Kholiq sempat muncul sebagai pemilik suara terbanyak dua di dapil Lowokwaru saat polemik PAW dan diskresi kekosongan parlemen mencuat.


Hanya, Nasdem tidak menginginkan Kholiq duduk

Berita Terkait

Baca Juga