Ketum Dituding Pengaruhi Presiden, Nasdem Akan Somasi Rizal Ramli

  • 2018-09-11
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1239
Ketum Dituding Pengaruhi Presiden, Nasdem Akan Somasi Rizal Ramli Ketua Umum (Ketum) Nasdem Surya Paloh.(dok.cnn-indonesia)

JAKARTA-Tim Advokasi Partai NasDem memastikan segera melayangkan somasi terhadap  mantan Menteri Keuangan, Rizal Ramli, Rabu (12/9) esok. Itu dilakukan terkait pernyataan Rizal yang menuding Ketua Umum NasDem Surya Paloh telah menekan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tak menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait impor. 

Dalam pernyataannya di sebuah program stasiun televisi beberapa waktu, Rizal menyebut Enggar melakukan impor secara berlebihan, sehingga membuat rupiah melemah terhadap dolar AS. 

"Terhadap pernyataan fitnah saudara RR, Partai NasDem menyampaikan somasi atau peringatan hukum kepada yang bersangkutan untuk menarik pernyataannya," ujar Syahrul, Tim Advokasi Partai NasDem di DPP NasDem, Selasa (11/9). 

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan pernyataan RR memenuhi unsur delik dalam dua pasal KUHP. Keduanya terkait dengan perusakan kehormatan orang lain dengan sengaja. 

"Yang pertama, pasal 310 ayat 1 KUHP, dengan sengaja merusak kehormatan orang lain, menuduh melakukan suatu perbuatan yang tuduhan itu telah tersiar," katanya.

Yang kedua, ia mengatakan tudingan Rizal telah memenuhi delik dalam pasal 311 KUHP tentang kejahatan penistaan dengan tulisan.

Pelanggaran terhadap pasal-pasal tersebut di atas diancam dengan hukuman empat tahun penjara. Hermawi mengatakan pernyataan RR soal Presiden Jokowi dan Surya Paloh itu juga ditulis di akun Twitter miliknya. 

Dalam somasinya, Nasdem menunggu pertanggungjawaban RR berupa permintaan maaf dan menarik ucapannya. 

Jika keduanya tak dipenuhi RR dalam tempo 3x24 jam, maka NasDem akan melakukan proses hukum lebih lanjut. 

"Kami akan lakukan berbagai upaya hukum yang sah dan legal di antaranya, gugatan membuat laporan ke bareskrim dst. Tapi kami harap somasi kami direspons dengan akal. Agar persoalan ini menjadi pelajaran bagi kita semua . Mulut itu harus dijaga," kata Hermawi.(cnn-indonesia)
 

Berita Terkait

Baca Juga