Penjahat Pengganjal Mesin ATM Ditangkap seperti Ini Modusnya

  • 2018-09-12
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2570
Penjahat Pengganjal Mesin ATM Ditangkap seperti Ini Modusnya Polisi ketika mengekspos kejahatan pengganjal mesin ATM.(dok.cnn-indonesia)

JAKARTA-Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap tindak kejahatan yang dilakukan bermodus ganjal mesin ATM menggunakan batang korek api. Tiga orang ditangkapnya

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, tiga pelaku itu berinisial HT alias HEN, A alias Rizal dan A . Ketiganya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Dijelaskan, ketiga pelaku ini sudah beroperasi selama satu tahun. Target tindak kejahatan mereka pun hanya terjadi di DKI Jakarta. 

"Semua di Jakarta tempat beroperasinya. Mengambilnya (mengeluarkan uangnya) ada di Kalimantan dan Jawa," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/9).

Dalam tindak kejahatan ini, tersangka memiliki peran masing-masing. HEN sebagai pengganjal ATM, Rizal berperan mengintip target saat hendak memasukan pin ATM dan A berperan menyediakan rekening penampung.

Modus mereka menurut Argo, satu batang korek api dimasukkan ke bagian mulut mesin supaya nantinya kartu ATM yang dimasukkan tidak dapat keluar. 

Saat kartu ATM dari korban sudah berhasil tertelan, Argo mengatakan Rizal akan berpura-pura membantu korban dan mengatakan jika kartu ATM-nya telah tertelan. 

Setelah itu, Rizal akan meminta korban untuk menghubungi pihak bank. Saat korban menyebutkan PIN kartu ATM-nya, saat itulah Rizal menghubungi A untuk memberitahukan pin ATM korban dan memindahkan uang tersebut ke ATM penampung yang sudah disediakan. 

Selama satu tahun beroperasi disebutkan, ketiga pelaku sudah memakan lima korban. Total keuntungan mereka pun Rp144.375.000. 

Meski demikian, Argo mengatakan modus pengganjalan mesin ATM dengan korek api bukanlah hal baru. Modus itu sudah cukup sering dilakukan oleh para pelaku pencurian.

"Bukan modus baru," tuturnya.

Polisi pun mendapatkan barang bukti 89 kartu ATM dari berbagai bank, lima handphone dan 28 buku tabungan. Mereka pun dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun.

Berita Terkait

Baca Juga