Terkait Kasus Pungli di Satpas, Kapolres Kediri Dicopot | Berita Hari ini

Terkait Kasus Pungli di Satpas, Kapolres Kediri Dicopot

  • 2018-09-13
  • Editor :goly
  • dibaca :2176
Terkait Kasus Pungli di Satpas, Kapolres Kediri Dicopot Foto: Satpas Polres Kediri

KEDIRI - AKBP ER dicopot dari jabatan Kapolres Kediri. ER dimutasi sebagai perwira menengah Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polri.
Dari Informasi yang dihimpun,  Kapolres Kediri AKBP ER, terjerat Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). AKBP ER diketahui telah menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Polri terkait pungutan liar (pungli) di Satpas Polres Kediri usai Tim Saber Pungli Mabes Polri melakukan operasi tangkap tangan (OTT).


Pencopotan AKBP ER tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2282/IX/KEP/2018 tanggal 12 September 2018 dan ditandatangani Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Eko Indra Heri atas nama Kapolri.
"Ya Pak, yang bersangkutan sudah dimutasikan ke Mabes," ujar Eko, Kamis (13/9/2018).


Dalam surat tersebut tertera nama AKBP Roni Faisal menggantikan AKBP ER. AKBP Faisal sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya.


Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menuturkan, mutasi terhadap AKBP ER bersifat demosi (penurunan jabatan). Dedi menuturkan saat ini AKBP Dedi masih diperiksa Divisi Propam Polri terkait kasus pungutan liar (pungli) di Satpas Polres Kediri.
"Bahwa mutasi yang bersifat demosi seperti halnya Kapolres Kediri sudah dilaksanakan melalui mekanisme wanjak (dewan jabatan dan karier) dan kasusnya sedang ditangani internal oleh Divisi Propam," jelas Dedi.


Penangkapan Kapolres Kediri AKBP ER ini berawal ditemukan pungli di Satpas Polres Kediri, Sabtu (18/8/2018). Diketahui, ada penarikan biaya penerimaan negara bukan pajak (PNBP), sementara biaya penarikannya beragam, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 650 ribu.


Dari hasil tersebut, setiap hari uang Rp 300 ribu disetorkan kepada pegawai ASN berinisial AN. Lalu, uang tersebut dikumpulkan AN kepada oknum personel Polres Kediri berinisial Bripka IK. Selanjutnya, Bripka IK mengumpulkan uang dan diduga didistribusikan setiap minggunya ke kapolres sebesar Rp 40-50 juta.


Tak hanya kepada kapolres, uang itu diduga disetorkan kepada kasat

Berita Terkait

Baca Juga