Prabowo Mengaku Nyaman dengan NU

  • 2018-09-13
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1871
Prabowo Mengaku Nyaman dengan NU Prabowo Subianto saat bertemu istri mendiang Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Shinta Nuriah Wahid dan putrinya Yenni Wahid di kawasan Ciganjur, Jakarta, Selatan.(dok.cnn-indonesia)

JAKARTA-Ketum Partai Gerindra yang juga Bakal calon presiden, Prabowo Subianto mengaku merasa nyaman dengan pemikiran Islam moderat ala Nahdlatul Ulama (NU) yang berkaitan dengan budaya masyarakat Indonesia sejak lama.

Pernyataan Prabowo itu disampaikan Prabowo usai berkunjung ke kediaman istri mendiang Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Shinta Nuriah Wahid di kawasan Ciganjur, Jakarta, Selatan, Kamis (13/9).

"Saya merasa nyaman dengan NU, dengan Islam yang moderat, kuat, berdiri di atas tradisi Indonesia," ujar Prabowo seperti ditilus cnn-indonesia.

Prabowo menilai NU selalu menerapkan Islam yang damai dan menghormati semua agama. Menurutnya, hal itu tidak bisa dipungkiri. 

"Yang menghormati semua agama, ras, suku dan budaya," kata Prabowo.

Menyoal pertemuan dengan Shinta dan putri Gus Dur, Yenny Wahid, Prabowo mengaku membicarakan banyak hal. Terutama yang berkenaan dengan demokrasi, negara, dan Islam di Indonesia saat ini. 

Prabowo menyatakan sepakat dengan Yenny bakal lebih sering berdiskusi dengan Wahid Institute atau lembaga yang dikelola oleh Yenny. 

"Untuk kita membahas bagaimana menjaga demokrasi, menjaga Islam agar selalu murni, moderat, sejuk, tidak radikal, damai," imbuh Prabowo.

Di tempat yang sama, Shinta mengucapkan terima kasih karena telah dikunjungi Prabowo. Shinta mengapresiasi Prabowo yang meminta pandangan masukan darinya dalam menghadapi Pilpres 2019.

"Ini menunjukkan orang muda masih menghormati orang tua," ujar Shinta.

Yenny pun balik memuji Prabowo. Yenny yakin Prabowo memiliki komitmen agar pesta demokrasi berjalan dengan baik. Menurutnya, 2019 mendatang adalah tantangan bersama semua pihak untuk menciptakan pemilu yang demokratis.

"Kami hargai prabowo meskipun militer tapi komitmennya pada demokrasi luar biasa," ujar Yenny.

Berita Terkait

Baca Juga